JEMBER, Tugujatim.id – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember Launching Program Gus Bupati Lindungi Pekerja Rentan dengan Cinta (Lingkaran Cinta) sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Program Lingkaran Cinta ini merupakan implementasi strategis dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 dan Inpres Nomor 8 Tahun 2025.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember Mochamad Sigit Boedi Ismoehartono menjelaskan, kegiatan grand launching ini dihadiri oleh 500 peserta yang terdiri dari 278 camat dan perwakilan desa se-Kabupaten Jember, 40 orang perwakilan petani, serta 172 penyuluh pertanian se-Kabupaten Jember.
Baca Juga: Gus Fawait Perkuat Peran Keluarga Atasi Masalah Sosial Remaja di Kabupaten Jember
“Pembiayaan kegiatan grand launching pada hari ini di-support sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember, masya Allah,” ujar Sigit pada Senin (22/12/2025).
Program Lingkaran Cinta memberikan bantuan iuran jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal yang rentan terhadap risiko sosial ekonomi. Pada tahun ini, manfaat diberikan kepada 82.093 orang pekerja, di mana 50.000 orang di antaranya adalah petani, buruh tani, dan nelayan, sedangkan sisanya adalah pekerja informal lainnya.
Program ini diinisiasi sebagai upaya percepatan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Pemerintah Kabupaten Jember juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa mekanisasi pertanian yang meliputi 169 unit mesin pra panen dan 111 unit mesin pasca panen.
“Alhamdulillah ini berkat dorongan Gus Bupati untuk ngamen ke pusat dan provinsi. Alhamdulillah, kami dapat bantuan dengan jumlah nominal Rp73 miliar dari waktu 2025,” ungkap Sigit.
Bupati Tekankan Pentingnya Regenerasi Petani
Selain mekanisasi pertanian, bantuan input produksi juga diberikan meliputi 693 ton pupuk, 40.000 bibit hortikultura dan perkebunan, serta bantuan benih tanaman pangan untuk lahan seluas 24.000 hektare.
Optimasi lahan telah dilaksanakan di 107 kelompok tani yang mencakup bantuan infrastruktur irigasi, bantuan olah tanah, serta bantuan pupuk urea non subsidi secara gratis yang total nilainya sekitar Rp25 miliar.
Sigit menyampaikan bahwa bupati selalu menekankan pentingnya regenerasi petani dengan memasukkan orang-orang milenial ke dalam kelompok tani (poktan).
“Alhamdulillah, sudah diverifikasi sebanyak 90 persen poktan yang masuk,” jelasnya.
Sesuai dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2025, per tanggal 1 Januari 2026 seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Jember akan beralih status menjadi pegawai pusat di bawah Kementerian Pertanian.
“Meski secara administratif beralih, kami yakin jiwa raga dan dedikasi para penyuluh untuk kemajuan pertanian di Bumi Jember tetap abadi dan tidak akan pernah luntur,” tutup Sigit dengan penuh optimisme.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








