TUBAN, Tugujatim.id – Menjelang perayaan hari raya Idulfitri, aktivitas masyarakat di Kabupaten Tuban mulai meningkat. Salah satu dampak yang terlihat adalah antrean kendaraan di sejumlah SPBU Tuban yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Pantauan di beberapa SPBU Tuban menunjukkan kendaraan roda dua maupun roda empat mulai mengantre sejak beberapa hari terakhir. Peningkatan ini seiring tradisi mudik yang mulai terasa meski hari raya masih menghitung hari.
Baca Juga: Bupati Jember Pastikan Stok BBM dan LPG Aman hingga setelah Lebaran
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban memastikan ketersediaan BBM masih dalam kondisi aman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Budi Wiyana mengatakan, pemerintah terus memantau distribusi energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama masa mudik hingga pasca Lebaran. Pernyataan itu disampaikan Budi usai mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di halaman belakang Mapolres Tuban, Kamis (12/03/2026).
Pemkab Terus Koordinasi soal BBM
Menurut dia, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengamanan arus mudik, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk BBM, tetap tersedia.
“Kami melakukan berbagai kesiapan menghadapi dinamika yang mungkin terjadi menjelang Lebaran. Sampai saat ini situasi masih aman,” ujarnya.
Budi menjelaskan, Pemkab Tuban terus koordinasi dengan pihak terkait dalam rantai distribusi BBM. Koordinasi tersebut dilakukan bersama Pertamina serta unit distribusinya Pertamina Patra Niaga.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan suplai BBM tetap terjaga, terutama saat permintaan masyarakat mulai meningkat menjelang puncak arus mudik.

“Ketersediaan harus kami siapkan untuk beberapa hari ke depan, tidak hanya sampai Lebaran, tetapi juga beberapa hari setelahnya,” jelasnya.
Dia mengakui, antrean kendaraan di SPBU Tuban memang mulai terlihat. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak hanya terjadi di Kabupaten Tuban.
Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain yang mulai mengalami peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
“Antrean itu memang tidak hanya terjadi di Tuban. Ini juga terjadi di beberapa daerah lain karena aktivitas masyarakat meningkat,” katanya.
Meski begitu, pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Budi menegaskan bahwa lonjakan permintaan BBM menjelang Lebaran sudah menjadi pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Karena itu, pemerintah bersama pihak terkait telah menyiapkan langkah mitigasi agar distribusi energi tetap lancar.
Selain berkoordinasi dengan Pertamina, pemerintah juga memantau langsung di lapangan untuk memastikan stok BBM di setiap SPBU tetap tersedia.
Baca Juga: Pakar Unej Sebut Stok BBM Aman, Jangan Panic Buying
“Kami sudah melakukan mitigasi dan koordinasi dengan Pertamina agar kebutuhan masyarakat selama Lebaran tetap tercukupi,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Tuban berharap masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM.
Pemerintah optimistis, selama koordinasi distribusi berjalan baik dan masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan, pasokan BBM di Tuban akan tetap aman hingga arus balik Lebaran selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








