SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membangun 16 pompa baru selama tiga tahun belakangan untuk mengatasi banjir di Kota Surabaya.
Pemkot Surabaya mengklaim jika pembangunan pompa baru tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko banjir dan meningkatkan drainase di wilayah-wilayah yang menjadi langganan banjir.
“Awalnya rumah pompa di Surabaya ada 61. Dalam tiga tahun terakhir bertambah 16 rumah pompa,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Eri menjelaskan, untuk mengatasi banjir, rumah pompa baru akan mempercepat laju air dari darat menuju laut.
Baca Juga: Libur Panjang Akhir Pekan, Kebun Binatang Surabaya Dipadati Ribuan Pengunjung hingga Naik 200 Persen
“Makanya kami membangun rumah pompa. Kalau menggunakan gravitasi atau elevasi akan lama surutnya,” jelasnya.
Untuk memastikan seberapa maksimal operasional setiap rumah pompa, pemkot akan melakukan evaluasi musim hujan. Jika daya serapnya kurang, Pemkot Surabaya berencana menambah mesin pompa lebih besar pada 2025.
“Sekarang tiga kubik. Insyaa Allah 2025 nambah yang lima kubik, jadi ada dua pompa. Sambil kita lihat apa bisa mengurangi, makanya kajian-kajian saya terapkan,” jelasnya.
Salah satu rumah pompa yang baru dibangun yakni berada di Kecamatan Bulak, Surabaya. Kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir ketika musim hujan.
Tidak hanya di wilayah Kecamatan Bulak. Rencananya, rumah pompa juga akan dibangun di kawasan Jalan Raya Raci, Kecamatan Pakal, dan Kelurahan Benowo. Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki saluran air yang kecil sehingga sering terjadi banjir.
“Tidak ada pilihan lain, semoga warga bisa menerima. Warga jangan khawatir, nggak mungkin kita bangun rumah pompa membuat banjir di wilayah lain,” terangnya.
Selain itu, ada juga rumah pompa baru di MeRR, Undaan, Gersikan, Kebraon, Bukit Barisan, hingga rumah pompa Aquatic. Total, rumah pompa di Surabaya saat ini mencapai 77 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








