SURABAYA, Tugujatim.id – Memasuki hari kedua pasca tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, upaya pencarian terhadap 29 korban hilang terus dikebut pada Jumat (04/07/2025). Tim gabungan mencari para korban KMP Tunu Pratama Jaya.
Diketahui, ratusan personel Tim SAR gabungan berpacu dengan waktu, cuaca, dan derasnya arus laut untuk menemukan para korban KMP Tunu Pratama Jaya yang belum ditemukan. Selain itu, nelayan lokal pun turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan ini.
Baca Juga: Ferry KM Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Berikut Daftar Nama Penumpang dan Awak Kapal
Berpacu dengan Waktu, Penyisiran dari Laut, Udara, hingga Daratan
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS Ribut Eko Suyatno selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyebutkan bahwa operasi berskala besar ini melibatkan penyisiran dari tiga lini, mulai dari laut, udara, dan daratan pesisir. Dia mengatakan, semua kekuatan dikerahkan. Kapal perang TNI AL, helikopter canggih, drone, hingga tim penyelam elit dikerahkan.
“Ada Delapan SRU (Search and Rescue Unit) kami sebar ke titik-titik strategis di sepanjang perairan Selat Bali,” kata Eko dari keterangan yang diterima Tugu Jatim pada Jumat (04/07/2025).

Dia menegaskan, sektor Ketapang dikomandoi langsung oleh Danlanal Banyuwangi, sementara sektor Gilimanuk di bawah koordinasi Kepala Kantor SAR Denpasar.
Ada kapal besar seperti KRI Tongkol 517, KRI Teluk Ende 813, KN SAR Permadi 249, serta RIB Pos SAR Banyuwangi yang bergerak tanpa henti menyisir laut selat Bali.
Sementara di udara, helikopter Dauphin HR 3606, heli Bali Air, dan pesawat CN 235 milik Baharkam Polri terus memantau dari ketinggian. Sementara drone menyusup ke area-area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.

“Jika arus laut memungkinkan, tim penyelam BASARNAS Special Group (BSG) dan potensi SAR Dive Rescue akan langsung turun ke titik-titik potensial di dasar laut,” tambah Eko.
Upaya pencarian juga dilakukan menyusuri garis pantai dari Ketapang hingga Gilimanuk. Tim darat bekerja siang-malam, menyisir pesisir dengan seksama untuk menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.
Baca Juga: Kronologi Kapal Ferry KM Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali
Diketahui, hingga Jumat siang, sebanyak 36 penumpang telah ditemukan, yang mana 30 orang selamat dan 6 dinyatakan meninggal dunia. Namun, 29 jiwa lainnya masih belum diketahui nasibnya.
Operasi pencarian ini tidak hanya melibatkan BASARNAS dan TNI-Polri, tetapi juga puluhan instansi lintas sektor, KSOP, BMKG, ASDP, BPBD, Tagana, hingga para relawan dan nelayan lokal yang bahu-membahu tanpa lelah.
“Ini bukan hanya operasi penyelamatan, ini perjuangan bersama untuk kemanusiaan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








