PASURUAN, Tugujatim.id – Penemuan sesosok mayat perempuan bertato tanpa identitas menggegerkan warga Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Senin sore (23/03/2026).
Mayat tersebut ditemukan di areal persawahan sebelah barat SD Negeri Sambirejo 1, Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso. Insiden penemuan mayat perempuan bertato ini lantas dilaporkan warga ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Geger! Mayat Pria Ditemukan di Persawahan Gempol Pasuruan
Mayat perempuan bertato yang diperkirakan berusia 35 tahun tersebut ditemukan hampir membusuk dengan kondisi daster yang robek. Jajaran Polsek Rejoso yang menerima laporan pukul 15.06 WIB langsung datang ke TKP untuk mengecek.
Selanjutnya tim Inafis Polres Pasuruan Kota bersama petugas Polsek Rejoso melakukan olah TKP kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk diperiksa lebih lanjut.
Hasil Otopsi Ada Tanda Kekerasan
Berdasarkan hasil otopsi, ada tanda kekerasan yang ditemukan pihak kepolisian yang menandakan bahwa mayat tersebut adalah korban pembunuhan.
“Terdapat retak di dahi kanan sepanjang 5 cm dan ada resapan darah pada kulit kepala,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga pada Selasa (24/03/2026).
Selain itu, ada pendarahan pada otak korban. Kemudian patah tulang rusuk pada sebelah depan kiri, lalu terdapat sumbatan pada pembulu darah koroner sekitar 50-60 persen.
“Hasil kesimpulan kami penyebab kematian korban dikarenakan kekerasan tumpul pada kepala sehingga mengakibatkan pendarahan kemudian mati lemas,” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan saksi, MW, 55, warga setempat, dirinya mengetahui awal terdapatnya penemuan mayat tersebut dari seseorang yang hendak memancing di sungai dekat lokasi kejadian. Saksi mengaku tidak mengenal korban.
Hanya terdapat ciri fisik pada tubuh korban, yakni tato bergambar perempuan pada paha kaki kiri dan kerusakan pada pipi sebelah kanan. Dari pemeriksaan awal korban juga tidak membawa identitas apa pun.
Polisi juga belum bisa mengungkap identitas korban. Diduga korban meninggal dunia tiga sampai delapan hari sebelum ditemukan.
“Kami imbau warga yang kehilangan keluarganya agar segera melapor,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








