• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tuan tanah di Wagir.

Anak kedua Kusenan saat berbicara di depan warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jatim, saat menggelar pertemuan di balai desa, Selasa (14/10/2025). (Foto: Aisyah Nawangsari Putri/Tugu Malang)

Bantah Ayahnya MD Dianiaya, Ini Pengakuan Anak Kedua Tuan Tanah di Wagir Malang

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Puluhan warga Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jatim, menggelar pertemuan di balai desa, Selasa (14/10/2025), untuk mengusut kejanggalan kematian Kusenan, 59, tuan tanah diduga dianiaya. Dalam pertemuan itu, Niken Krisdianti, 23, anak kedua tuan tanah di Wagir, ini membantah ayahnya meninggal dunia (MD) karena dianiaya.

Niken mengatakan, ayahnya meninggal bukan karena dianiaya kakaknya AT, 37. Dia menyebut, ayahnya justru meninggal karena serangan jantung.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Baca Juga: Usut Kejanggalan Kematian Tuan Tanah di Wagir Malang, Puluhan Warga Dalisodo Sepakat Lapor Polisi

Tuan tanah di Wagir bernama Kusenan, 59, warga Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jatim, meninggal pada Senin pagi (13/10/2025). Di malam sebelumnya, dia sempat dibawa ke Puskesmas Wagir karena luka sobek di bibir dan lebam di kening serta pipi.

Niken memang membenarkan wajah ayahnya luka-luka. Tapi, dia mengatakan, lukanya bukan karena dianiaya kakaknya, AT.

Luka di Wajah Korban Akibat Dugaan Melerai Pertengkaran Anaknya

Niken juga mengatakan, dirinya cekcok dengan AT pada Minggu (12/10/2025), sekitar pukul 17.00. Bahkan, Niken yang tengah hamil enam bulan sampai terjatuh karena kontak fisik dengan AT. Kusenan berupaya melerai pertengkaran anak-anaknya.

“Ayah saya itu melerai. Bukan ayah saya yang ditonjok,” kata Niken.

Wajah Kusenan yang luka didapat karena melerai pertengkaran kedua anaknya. Kusenan juga sempat berteriak minta tolong dan seorang warga bernama Kristiyono datang untuk menolong Niken.

“Saya sudah berdiri, kakak saya pergi. Lalu ayah saya jatuh dan dibantu Pak Kris,” ungkap Niken.

Saat dibawa ke puskesmas, dia mengatakan, tekanan darah Kusenan cukup tinggi dengan tekanan sistolik mencapai 185 mmHg. Tidak lama kemudian, Kusenan kembali ke rumah.

Anak tuan tanah di Wagir.
Anak kedua Kusenan, Niken (dua dari kiri) menghadiri pertemuan dengan warga Dalisodo. (Foto: Aisyah Nawangsari Putri/Tugu Malang)

Senin pagi (13/10/2025), sekitar pukul 06.00, dia mengatakan, ayahnya sempat pergi ke kandang, merokok, dan minum kopi. Sepulang dari kandang, Kusenan keringat dingin. Dia mengeluh badannya terasa panas dan kepalanya pusing. Niken sempat merasakan nadi ayahnya melemah.

Kusenan kemudian dilarikan ke RS Panti Waluya Kota Malang. Namun, ayahnya meninggal di perjalanan.

“Oleh dokter didiagnosa serangan jantung,” kata Niken.

Dia juga membantah ada konflik dalam keluarga. Dia menyebut, pertengkarannya dengan AT tidak sering terjadi dan hanya pertengkaran sewajarnya kakak adik.

“Apalagi kalau ada yang menyebut soal warisan. Itu semua tidak benar,” tegas Niken.

Baca Juga: Anak dan Cucu Diduga Aniaya Tuan Tanah di Wagir hingga Tewas, Keluarga Tolak Otopsi

Saat ditanya terkait laporan dugaan penganiayaan yang sempat dibuat di Polsek Wagir, Niken membenarkan mertuanya melakukannya. Kusenan sempat menelepon besannya itu untuk mengadu karena Niken disakiti AT.

“Ayah saya melantur saat itu, mungkin karena emosi,” kata Niken.

Dia yakin ayahnya meninggal karena serangan jantung dan tidak ada unsur pidana. Dia juga tidak berniat melaporkan kakaknya atas dugaan penganiayaan terhadap dirinya.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan menimpa tuan tanah di Wagir bernama Kusenan, 59, warga Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jatim. Akibatnya, tuan tanah di Wagir ini tewas pada Senin Subuh (13/10/2025) karena luka-luka di bagian wajah usai diduga dianiaya anak dan cucunya.

Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, tuan tanah di Wagir ini diduga mengalami penganiayaan sebelum akhirnya meninggal dunia. Dugaan penganiayaan dilakukan oleh putranya yang berinisial AT, 37; dan cucunya RAI, 15. Polisi masih belum mengetahui motif dan modus dugaan penganiayaan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Anak dan cucu aniaya tuan tanah WagirBerita Kabupaten Malang hari iniKabupaten Malang hari iniMalangPenganiayaan tuan tanah di WagirTuan tanah di Wagir tewas
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
DPRD Jember.

DPRD Jember Jamin Peleburan 4 OPD Tetap Jaga Fungsi Pelayanan, Tak Ada Penghapusan Bidang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID