MALANG, Tugujatim.id – Puluhan warga Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jatim, menggelar pertemuan di balai desa, Selasa (14/10/2025), untuk mengusut kejanggalan kematian Kusenan, 59, tuan tanah diduga dianiaya. Dalam pertemuan itu, Niken Krisdianti, 23, anak kedua tuan tanah di Wagir, ini membantah ayahnya meninggal dunia (MD) karena dianiaya.
Niken mengatakan, ayahnya meninggal bukan karena dianiaya kakaknya AT, 37. Dia menyebut, ayahnya justru meninggal karena serangan jantung.
Baca Juga: Usut Kejanggalan Kematian Tuan Tanah di Wagir Malang, Puluhan Warga Dalisodo Sepakat Lapor Polisi
Tuan tanah di Wagir bernama Kusenan, 59, warga Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jatim, meninggal pada Senin pagi (13/10/2025). Di malam sebelumnya, dia sempat dibawa ke Puskesmas Wagir karena luka sobek di bibir dan lebam di kening serta pipi.
Niken memang membenarkan wajah ayahnya luka-luka. Tapi, dia mengatakan, lukanya bukan karena dianiaya kakaknya, AT.
Luka di Wajah Korban Akibat Dugaan Melerai Pertengkaran Anaknya
Niken juga mengatakan, dirinya cekcok dengan AT pada Minggu (12/10/2025), sekitar pukul 17.00. Bahkan, Niken yang tengah hamil enam bulan sampai terjatuh karena kontak fisik dengan AT. Kusenan berupaya melerai pertengkaran anak-anaknya.
“Ayah saya itu melerai. Bukan ayah saya yang ditonjok,” kata Niken.
Wajah Kusenan yang luka didapat karena melerai pertengkaran kedua anaknya. Kusenan juga sempat berteriak minta tolong dan seorang warga bernama Kristiyono datang untuk menolong Niken.
“Saya sudah berdiri, kakak saya pergi. Lalu ayah saya jatuh dan dibantu Pak Kris,” ungkap Niken.
Saat dibawa ke puskesmas, dia mengatakan, tekanan darah Kusenan cukup tinggi dengan tekanan sistolik mencapai 185 mmHg. Tidak lama kemudian, Kusenan kembali ke rumah.

Senin pagi (13/10/2025), sekitar pukul 06.00, dia mengatakan, ayahnya sempat pergi ke kandang, merokok, dan minum kopi. Sepulang dari kandang, Kusenan keringat dingin. Dia mengeluh badannya terasa panas dan kepalanya pusing. Niken sempat merasakan nadi ayahnya melemah.
Kusenan kemudian dilarikan ke RS Panti Waluya Kota Malang. Namun, ayahnya meninggal di perjalanan.
“Oleh dokter didiagnosa serangan jantung,” kata Niken.
Dia juga membantah ada konflik dalam keluarga. Dia menyebut, pertengkarannya dengan AT tidak sering terjadi dan hanya pertengkaran sewajarnya kakak adik.
“Apalagi kalau ada yang menyebut soal warisan. Itu semua tidak benar,” tegas Niken.
Baca Juga: Anak dan Cucu Diduga Aniaya Tuan Tanah di Wagir hingga Tewas, Keluarga Tolak Otopsi
Saat ditanya terkait laporan dugaan penganiayaan yang sempat dibuat di Polsek Wagir, Niken membenarkan mertuanya melakukannya. Kusenan sempat menelepon besannya itu untuk mengadu karena Niken disakiti AT.
“Ayah saya melantur saat itu, mungkin karena emosi,” kata Niken.
Dia yakin ayahnya meninggal karena serangan jantung dan tidak ada unsur pidana. Dia juga tidak berniat melaporkan kakaknya atas dugaan penganiayaan terhadap dirinya.
Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan menimpa tuan tanah di Wagir bernama Kusenan, 59, warga Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jatim. Akibatnya, tuan tanah di Wagir ini tewas pada Senin Subuh (13/10/2025) karena luka-luka di bagian wajah usai diduga dianiaya anak dan cucunya.
Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, tuan tanah di Wagir ini diduga mengalami penganiayaan sebelum akhirnya meninggal dunia. Dugaan penganiayaan dilakukan oleh putranya yang berinisial AT, 37; dan cucunya RAI, 15. Polisi masih belum mengetahui motif dan modus dugaan penganiayaan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








