• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Fieldwork Learning Geografi UM

Kegiatan Fieldwork Learning di kawasan Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Fieldwork Learning Berbasis Bentangalam: Penguatan Geokapabilitas Mahasiswa Geografi UM pada Konteks Isu Lingkungan

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Geografi UM (Universitas Negeri Malang) melakukan pembelajaran lapangan (Fieldwork Learning) untuk penguatan geokapabilitas mahasiswa pada konteks isu lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat geokapabilitas mahasiswa melalui identifikasi bentangalam dan analisis isu lingkungan yang berkembang di wilayah tersebut.

Program ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan penelitian yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tahun 2024, yang diketuai oleh Alfi Sahrina, S.Pd., M.Pd.

You might also like

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

21/07/2026 7:08 PM
Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

21/07/2026 6:09 PM

Kegiatan ini membutuhkan waktu panjang karena dimulai dari identifikasi stopsite yang akan dipetakan sampai dengan analisis sata hasil fieldwork learning. Identifikasi dan pemetaan stopsite merupakan langkah awal yang dilakukan sejak bulan Agustus 2024. Hal ini bertujuan agar menghasilkan media pembelajaran yang dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana pembelajaran tentang andscape yang akan dikaji.

Fieldwork Learning Geografi UM
Kegiatan Fieldwork Learning di kawasan Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Stopsite yang telah dipetakan kemudian dikembangkan menjadi sebuah media pembelajaran. Media pembelajaran didesain dengan konsep virtual fieldwork yang memberikan kesan perjalanan nyata secara virtual pada stopsite yang telah terpetakan. Setelah mahasiswa mendapatkan konsep teori dari permasalahan yang akan dikaji di lapangan, mahasiswa melakukan persiapan untuk fieldwork leraning pada salah satu stopsite tersebut. Dengan membuat peta lokasi kajian berbantuan Arc-GIS, mempersiapkan alat dan bahan, serta membuta instrument pengukuran.

Fieldwork learning ini difokuskan pada pengamatan dan kajian langsung terhadap beberapa isu lingkungan krusial yang terjadi di lokasi kajian. Adapun stopsite yang dikunjungi untuk kegiatan fieldwork leraning antara lain kawasan Sumberbrantas dan Bumiaji di Kota Batu, dan Madiredo, di Kabupaten Malang. Mahasiswa mengidentifikasi potensi longsor di daerah perbukitan, pencemaran akibat limbah kotoran sapi, dan perubahan penggunaan lahan yang memengaruhi keseimbangan ekologis kawasan. Identifikasi pada masing-masing stopsite dilakukan dengan pengujian fisik serta wawancara mendalam kepada masyarakat lokal terkait dengan topik yang dibahas.

Fieldwork Learning Geografi UM 1
Diskusi Terkait dengan Pembuangan Limbah Kotoran Sapi dan Konservasi Lahan di Kawasan Telaga Madiredo

Alfi Sahrina, M.Pd, salah satu dosen pendamping lapangan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya integratif untuk menghubungkan teori di kelas dengan praktik lapangan.

“Mahasiswa dapat memahami dinamika lingkungan secara holistik, termasuk mencari solusi terhadap permasalahan yang mereka identifikasi,” ungkapnya. Hal ini dapat memperkuat geokapalitas mahasiswa terutama dalam berpikir integratif. Selain berpikir integratif, aspek geokapabilitas lain yang dikuatkan ethical subjek juga meningkat karena kajian terkait dengan isu lingkungan ini memberikan perspektif bagi mahasiswa untuk bertindak dalam mengalola dan memanfaatkan alam sekitarnya secara arif dan bijaksana.

Lebih lanjut lagi, mahasiswa juga berlatih untuk mengintegrasikan kemampuan berpikir spasialnya melalui implementasi pembacaan dan identifikasi lokasi yang terdapat pada peta yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Fieldwork Learning Geografi UM 2
Pembacaan Peta dan Identifikasi Stopsite yang Terdapat di Desa Bumiaji

Kemampuan berpikir spasial adalah keterampilan untuk memahami, menganalisis, dan menginterpretasikan hubungan antara objek, ruang, dan fenomena di permukaan bumi. Keterampilan ini melibatkan kemampuan untuk memvisualisasikan, memanipulasi, dan memahami data spasial dalam berbagai bentuk, seperti peta, diagram, atau representasi tiga dimensi. “Kami dapat mengetahui permasalahan secara langsung di lapangan, sehingga memberikan pengalaman dalam melakukan identifikasi, analisis, dan mencari alternatif pemecahannya dari berbagai persepktif,” ungkap Imelda Nasywa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Fajrus Sidiq

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Mahasiswa Geografi UMUMUniversitas Negeri Malang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

by Dwi Linda
21/07/2026 7:08 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten Jember akan mengintegrasikan layanan telemedicine dalam program Homecare yang dijadwalkan diluncurkan pada 24 Juli 2026....

Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

by Dwi Linda
21/07/2026 6:09 PM
0

MADINAH, Tugujatim.id - Mengawali Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan memenuhi panggilan Allah SWT menjadi momen istimewa bagi 45 jemaah...

Gus Fawait.

Gus Fawait: Anggaran Terbesar Pertanian Jember Capai Rp312 Miliar berkat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

by Dwi Linda
21/07/2026 5:47 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut sektor pertanian mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dalam...

Gus Fawait.

Serap Aspirasi Warga Pakusari, Gus Fawait Fokus Air Bersih dan Layanan Homecare

by Dwi Linda
21/07/2026 4:13 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait menyerap aspirasi masyarakat dalam rangkaian program Bunga Desaku...

Next Post
Banjir Tuban

Banjir Tuban Meluas ke Tujuh Kecamatan, Warga Diminta Tetap Waspada

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID