Bisnis  

Penjual Gorengan di Pasuruan Budi Daya Ular Piton

Raup Cuan Rp80 Juta Per Tahun

ular piton tugu jatim
M Idris (24), penjual gorengan asal Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, raup cuan puluhan juta rupiah dari budi daya ular piton. Foto: Laoh Mahfud

PASURUAN, Tugujatim.idUlar piton seringkali dianggap sebagai reptil yang berbahaya dan ditakuti. Namun tidak bagi M Idris (24), warga Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, ini justru sukses membudidayakan ular piton.

Pria yang sehari-hari berjualan gorengan ini, bahkan meraup cuan hingga puluhan juta berkat hasil budi daya ular piton.

Idris mengungkapkan bahwa hobi beternak ular piton ini dimulainya saat sejak tahun 2019. Awalnya, dia hanya memelihara beberapa ular saja di dalam kamar tidurnya. Namun lambat laun, ular pitonnya beranak pinak hingga memenuhi hampir seluruh ruangan di kamarnya.

ular piton tugu jatim
Berbagai jenis anakan ular piton yang dibudidaya M Idris. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Walhasil, sudah tidak ada rasa takut lagi di dalam dirinya untuk tidur bersama ular piton peliharannnya.

“Sudah tiga tahunan ini ternak piton. Karena tidak ada tempat lagi, kamar tidur akhirnya saya buat kandang ular,” ucap Idris, pada Senin (19/09/2022).

Menurut Idris, proses memelihara ular piton tergolong sulit. Dia harus telaten dan mengerti bagaimana cara memperlakukan reptil ini. Mulai dari cara memandikan hingga cara memberi makan ular piton tidak sembarangan. Dia harus menyediakan tikus putih yang dibelinya dari pasar untuk menjamin gizi ular-ular pitonnya terpenuhi.

ular piton tugu jatim
Anakan ular piton yang dibudidaya M Idris. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

“Cara peliharanya saya belajar sendiri, awalnya sempat gagal, tapi lambat laun sudah terbiasa,” ungkapnya.

Kini, Idris sudah memiliki tujuh ekor ular piton indukan. Menurutnya, dari satu indukan bisa menelurkan hingga delapan ekor anakan piton per tahun.

Dari hasil menjual puluhan anak piton selama satahun, penjual gorengan ini mampu meraup untung hingga Rp80 juta. “Yang laku keras biasanya pas masih anakan baru menetas. Kalau diitung-itung setahun bisalah dapat Rp80 juta,” pungkasnya.