Tugujatim.id – Kamu kaum Gen Z yang lagi mengikuti tren self improvement yang lagi tren di media sosial untuk meningkatkan value diri? Nggak ada salahnya kamu mengetahui detail apa itu self improvement hingga dampak positif dan negatifnya biar kamu tidak salah langkah.
Gen Z wajib tahu langkah-langkah yang benar mengaplikasikan self improvement supaya tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya informasi di media sosial. Kali ini Tugu Jatim akan memberikan informasi seputar manfaat dan dampak negatif pengembangan diri supaya para Gen Z tidak kehilangan arah.
5 Manfaat Belajar dan Menerapkan Self Improvement dalam Kehidupan Sehari-hari:
1. Peningkatan Kualitas Hidup
Proses pengembangan diri akan memberikan kita wawasan, menggali potensi, serta kualitas dalam hidup. Kita akan mudah untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan, misalkan dalam bentuk karir hingga hubungan interpersonal.
2. Percaya Diri Lebih Tinggi
Dalam menjalankan improvisasi diri, perlu adanya rasa percaya diri. Karena itu, motivasi yang bangun adalah berusaha meningkatkan percaya diri dalam hidup.
3. Ketahanan Mental
Dalam proses ini pasti membutuhkan mental yang kuat karena kita akan dipertemukan dengan kegagalan dan keberhasilan. Karena itu, kita wajib terbiasa mempunyai mental yang kuat untuk selalu survive dalam kondisi apa pun.
4. Produktivitas Meningkat
Pastinya dalam proses self improvement, kita akan terbiasa dengan produktif melakukan hal-hal yang bermanfaat. Karena itu adalah salah satu syarat untuk kita menjadi lebih baik.
Maka dari itu, motivasi yang kita pegang untuk tercapainya sebuah proses pengembangan diri, salah satunya harus memiliki produktivitas.
5. Potensi Karir yang Lebih Luas
Kesempatan demi kesempatan akan kamu dapatkan jika proses pengembangan diri sudah dilakukan dengan baik. Mengingat dengan meningkatkan pengembangan diri akan mudah menarik perhatian orang banyak.
Dampak Negatif Self Improvement agar Tidak Kehilangan Arah:
1. Beban yang Berlebihan
Dalam proses pengembangan diri, pastinya mempunyai beban karena ingin segera sampai di titik yang kita inginkan. Maka dari itu, buat teman yang di tahap proses, berusahalah sabar supaya tidak menyebabkan beban berlebihan.
2. Tidak Percaya Diri
Hal ini biasa terjadi karena, kita membandingkan kemampuan diri dengan pencapaian orang lain. Padahal privilege dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang itu berbeda-beda.
Maka perlu disadari, selain belajar pengembangan diri kita harus belajar, mencintai diri sendiri, untuk mengurangi rasa tidak percaya diri yang tinggi.
3. Informasi/Metode yang Salah
Perlu kita pahami, dalam self improvement harus mempunyai guru atau mentor yang tepat. Karena tidak semua metode cocok untuk diterapkan.
Karena itu perlunya mentor khusus adalah untuk mengetahui psikologis atau keadaan kita. Hal ini akan mempermudah untuk proses mengembangan diri secara maksimal dan sesuai dengan porsi yang dimiliki.
4. Biaya Relatif Mahal
Beberapa program dan mentor untuk pengembangan diri relatif mahal jika tidak diimbangi dengan konsisten atau komitmen akan terasa sia-sia. Karena itu jika sudah mempunyai tekad untuk belajar atau komitmen yang kuat, maka menggunakan mentor itu masih direkomendasikan.
Pengembangan diri memang mempunyai potensi yang besar, tapi jika langkah-langkahnya salah akan membahayakan diri kita sendiri. Karena itu, pendekatan yang seimbang dan realistis akan akan menjadi perjalanan yang bermanfaat dan memuaskan.
Nah, itulah ulasan soal self improvement untuk para Gen Z. Gimana siap meningkatkan kemampuan diri?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ahmad Farhan Faiz/Magang
Editor: Dwi Lindawati








