MALANG, Tugujatim.id – Album pertama penyanyi asal Malang Daisy telah rilis! Melalui acara Ngobrol Bareng di Kopi Sisi Lain, Sudimoro, Kota Malang, Jatim, Jumat (17/10/2025), Daisy menyapa fans dan media lewat album pertamanya bertajuk “Tanpa Saring”.
Daisy, seorang penulis lagu dan penyanyi asal Malang yang aktif di dunia musik sejak 2022. Dengan mengusung genre musik pop indie, folk, dan R&B, dia sering kali membahas tema seputar perasaan, kehilangan, dan refleksi diri melalui gaya liriknya yang puitis dan melankolis.
Baca Juga: Solois asal Bogor Arom Dywarna Debut di Indie Corner, Segera Rilis Single Terbaru usai “Aksarindu”
Sebelumnya, Daisy hanya menjadikan bernyanyi sebagai hobi dan menyanyi di depan teman-teman saja. Namun, siapa sangka suara merdunya kini didengar ribuan orang di berbagai penjuru negeri. Dengan kerja keras dan keberanian untuk terus bermimpi, penyanyi lokal ini berhasil menembus panggung musik nasional lewat karya yang penuh perasaan.
Ngobrol Bareng Rilis Album “Tanpa Saring”, Mau Kemana?
Daisy mengadakan pertemuan Ngobrol Bareng dengan penggemarnya dan media untuk merayakan album pertamanya, “Tanpa Saring” yang dirilis pada Kamis (16/10/2025). Penyanyi asal Malang Daisy ini mengatakan, kegiatan Ngobrol Bareng diberi tajuk “Tanpa Saring” Mau Kemana? untuk menggambarkan arah album “Tanpa Saring” yang ingin diperkenalkan melalui radio, unit kegiatan mahasiswa (UKM) kampus, hingga tour ke luar kota.
“Acara ini kami namai ‘Tanpa Saring’ Mau Kemana? karena yang pertama saya pribadi ingin kunjungan ke radio dan UKM-UKM kampus. Selanjutnya akan tour ke luar kota, seperti Jakarta, Bali, dan Makassar,” tutur Daisy.

Pada kegiatan ini, Daisy menguraikan album “Tanpa Saring” yang berisi tentang kejujurannya ketika mengungkapkan perasaan.
“Di album ini, ciri khas Daisy adalah jujur. Daisy ingin menyampaikan semuanya melalui lirik-lirik lagu yang ada di album “Tanpa Saring”,” kata Daisy.
Dia menambahkan, album “Tanpa Saring” kuat di bagian lirik-liriknya karena ditulis secara personal sesuai apa yang pernah dialaminya.
“Kalau teman-teman dengerin, album ini kuat di bagian liriknya karena saya menulisnya secara personal. Begitu juga produser yang membuat sesuai apa yang telah dialami,” ujar Daisy.
Dia berharap melalui adanya kejujuran dalam album ” Tanpa Saring” ini dapat menyentuh hati orang lain.
Keunikan Album “Tanpa Saring”
Uniknya, tidak seperti sebelumnya yang merilis lagu bergenre pop, kali ini Daisy mengeluarkan lagu bergenre lain. Daisy berkata, ingin mengeksplorasi berbagai jenis genre dan memilih genre british pop untuk album “Tanpa Saring”.
“Dulu lagu Daisy itu seputar genre pop, tapi semakin ke sini saya pribadi ingin mengeksplorasi genre yang lain, makanya di album “Tanpa Saring” Daisy dan produser (Mas Ichal, Red) mengangkat genre british pop,” tutur Daisy.
Di samping itu, Daisy juga menyampaikan pendapatnya mengenai genre apakah yang cocok apabila album ” Tanpa Saring” dijadikan sebuah film. Dia mengatakan, album ini cocok dijadikan film bergenre romantis yang getir, tapi manis.
“Kalau berbicara film, Daisy ingin ‘Tanpa Saring’ menjadi film bergenre romantis yang getir manis. Kalau teman-teman dengerin ‘Bukan Sekedar Lagu’ yang ceritanya mereka nggak berakhir bersama, tapi kalau diceritakan itu manis,” kata Daisy.

Keunikan album ini juga terdapat pada cover album yang digambar sendiri oleh Daisy. Dia menjelaskan, pemilihan warna lilac jika dihubungkan dengan album “Tanpa Saring” yang menceritakan kejujuran akan menggambarkan pribadi Daisy yang memang pencinta warna lilac. Melalui album ini, Daisy ingin menceritakan semua kesukaannya dan kejadian-kejadian yang pernah dia alami.
Simbol hati yang berduri dan meleleh menggambarkan perasaan Daisy ketika cintanya tidak berjalan mulus. Hal itu berkaitan dengan adanya cangkir pecah yang menggambarkan jika hati tersebut tidak dapat kembali lagi seperti semula dan penggambaran ingin mengungkapkan semua perasaannya.
Di samping itu, ada bunga matahari yang menjadi ciri khas Daisy, tetapi dia sedikit layu karena merasakan kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan. Perasaan kalut itu juga digambarkan Daisy melalui benang ruwet. Dapat dilihat bahwa album “Tanpa Saring” benar-benar menggambarkan pribadi Daisy beserta pengalaman-pengalamannya.

Sementara itu, Produser Daisy, Rizal Bachtiar menambahkan, tentang proses kreatif yang terjadi dan adanya ide selain berdasarkan apa yang telah dialami juga muncul melalui sesi jamming.
“Prosesnya cukup panjang dan penuh dinamika. Kami banyak berdiskusi soal arah musik, lirik, dan rasa yang ingin ditonjolkan di tiap lagu. Kadang ide datang dari sesi jamming, kadang dari cerita pribadi,” tambah Ichal, sapaan akrabnya.
Berdasarkan hal tersebut, Ichal mencoba menjaga keseimbangan antara karakter asli Daisy dan sentuhan produksi yang bisa memperkuat emosi di tiap lagu. Ichal mengatakan, telah melalui banyak trial and error sebelum mendapatkan hasil yang diinginkan.
“Ada banyak trial and error, tapi hasil akhirnya terasa hidup,” ujar Ichal.
Dia juga menyampaikan harapannya agar album ini bisa menjadi ruang bagi orang-orang yang sedang mencari makna dengan dirinya sendiri.
“Semoga ‘Tanpa Saring’ bisa menyentuh, menginspirasi, dan menjadi bagian kecil dari perjalanan hidup banyak orang. Dan semoga Daisy terus tumbuh dengan karakter kuat yang dia punya sekarang,” ujar Ichal.
Pesan untuk Daisy
Rilisnya album “Tanpa Saring” ini tentunya memicu kebahagiaan di antara pihak Daisy maupun penggemar. Salah satu gitaris Daisy dengan akun @kalebgabs menyampaikan melalui Snapgram (Snap Instagram) ucapan selamat atas rilis album pertama ini.
“Selamat atas album pertamanya, semoga terus mengudara!” tulisnya.

Di samping itu, banyak penggemar yang antusias dengan rilisnya “Tanpa Saring”, salah satunya disampaikan oleh akun @rickydwiprakasa melalui Snapgram.
“Sukses terus di album terbarunya, Non..” tulisnya.
Dua akun tersebut menunjukkan bahwa album “Tanpa Saring” Daisy ditunggu oleh penggemar dan mereka akan selalu mendukung Daisy.
Ayo Dengarkan Album Baru Daisy
Kejujuran dan karakter khas Daisy menunjukkan bahwa musik bukan sekadar tentang nada dan lirik, melainkan tentang keberanian untuk bercerita apa adanya. Melalui “Tanpa Saring”, penyanyi asal Malang Daisy mengajak pendengar untuk berani jujur pada diri sendiri dan menikmati setiap proses dalam perjalanan hidup.
Album “Tanpa Saring” milik Daisy dapat didengarkan melalui platform digital Spotify Bilik Daisy. Selain itu, pendengar juga bisa menonton video musiknya melalui YouTube Bilik Daisy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nur Laila Khoriroh/Magang
Editor: Dwi Lindawati








