MALANG, Tugujatim.id – Solois asal Bogor dan pendatang baru Arom Dywarna makin memantapkan karirnya di industri musik Indonesia. Terbaru, dia melakukan debut pertamanya di Indie Corner dan sukses menghipnotis para pengunjung di Kula Goods Coffee, Kota Malang, Jatim, Minggu (24/08/2025).
Tidak hanya satu, Arom Dywarna pun menyanyikan tiga lagu berjudul “Babi (Bagimu Biasa)” dan “Larisa”. Untuk lagu ketiganya, dia membawakan single perdananya berjudul “Aksarindu” yang pernah dirilis di momen Hari Kasih Sayang. Mengusung nuansa folk modern yang hangat, karyanya bercerita tentang rindu, jarak, dan cinta yang tulus.
Baca Juga: 4 Komika Malang Bikin “Panas” Indie Corner, Penonton Full Senyum bareng Arom Dywarna
Karya perdana Arom Dywarna “Aksarindu” ini lahir dari perpaduan kata aksara dan rindu. Lagu ini menggambarkan bagaimana perasaan yang sulit diungkapkan bisa dituliskan dan dinyanyikan dengan jujur. Dia terinspirasi dari pengalaman banyak orang yang harus menjalani hubungan jarak jauh, bukan hanya dengan pasangan, tetapi juga dengan keluarga dan sahabat.
Meski mengaku belajar musik secara otodidak, dia berhasil menciptakan suasana akrab antara dirinya dan penonton lewat Aksarindu dengan nuansa hangat khas akustik. Kehadiran musiknya di ruang yang intim itu, membuat banyak pengunjung larut dalam lirik dan melodi yang dia bawakan.

“Saya belajar menyanyi itu otodidak. Dari SMA (sekolah menengah atas, Red) sudah mulai belajar dari tongkrongan sama teman-teman,” ungkap Arom.
Bagi penonton, momen tersebut terasa spesial karena bisa mendengar langsung lagu yang sebelumnya hanya mereka nikmati melalui platform digital. Penampilan Arom yang sederhana namun penuh penghayatan menjadi daya tarik tersendiri.

Bahkan, pria kelahiran Bogor, 13 Juni 1998, ini mengatakan, lagu Aksarindu mendapat dukungan dari musisi lain, seperti Pradhita Wahyu Alfarezy yang mengisi gitar utama sekaligus komposernya. Dia mengatakan, kolaborasi tersebut menghasilkan musik dengan nuansa modern folk yang dipadukan dengan unsur pop dan rock. Suara gitar akustik yang hangat, lirik puitis, serta aransemen analog membuat lagu ini terdengar sederhana namun tetap menyentuh hati.
Meski terdengar matang, proses pengerjaan single ini berlangsung cukup singkat. Dalam rentang sekitar 30 hari dari 7 Desember 2024 hingga 7 Januari 2025, seluruh tahapan mulai dari rekaman hingga mixing-mastering berhasil diselesaikan.
Sejak dirilis, karya perdana penyanyi bernama asli Agung Prabowo ini mendapat sambutan positif dari pendengar. Banyak yang merasa liriknya begitu dekat dengan pengalaman pribadi, terutama mereka yang sedang menjalani long distance relationship (LDR). Beberapa orang bahkan menyebut lagu ini sebagai “teman setia” saat rindu semakin terasa di malam hari.
Rilis Single Terbaru yang Lebih Segar
Tidak berhenti di sini, Arom rupanya sudah menyiapkan langkah berikutnya. Dia mengungkapkan dalam waktu dekat akan segera meluncurkan single terbarunya. Menurut dia, prosesnya kini sudah tahap akhir. Meski belum membocorkan detail judul maupun konsepnya, Arom memastikan lagu barunya nanti tetap menghadirkan ciri khas musiknya sekaligus menawarkan nuansa yang lebih segar.
“Single terbaru saya ini terinspirasi dari Goo Goo Dolls. Meski sederhana, saya ingin lagu ini bisa sampai ke hati orang-orang,” tutur pria ramah itu.

Sebagai pendatang baru, Arom Dywarna menyadari perjalanannya masih panjang. Namun, keberanian merilis karya orisinal sejak awal menunjukkan keseriusannya untuk benar-benar menapaki dunia musik. Dia menegaskan bahwa single perdananya hanyalah permulaan dari banyak cerita yang ingin dia bagikan lewat karya-karya berikutnya.
Kehadiran Arom Dywarna memberi warna baru dalam industri musik Indonesia. Lewat debut yang tulus, penampilannya di Kula Goods Coffee serta rencana peluncuran single baru, langkahnya patut ditunggu. Dengan perjalanan yang baru saja dimulai, nama Arom Dywarna bisa menjadi salah satu musisi muda yang layak diperhitungkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Safiruddin Jailani-Nafsiatul Kamilah/Magang
Editor: Dwi Lindawati








