LUMAJANG, Tugujatim.id – Teror begal di Lumajang memakan korban jiwa. Seorang ibu penjual sayur tewas dibacok saat berangkat berjualan, dalam rangkaian aksi curas yang terjadi dua hari berturut-turut di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.
Sehari sebelumnya, aksi serupa juga terjadi pada Sabtu malam (02/05/2026) sekitar pukul 20.45 WIB di Jalan Raya Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto. Korban bernama Metha Anugrah Ayu (38), warga Perum Dharma Alam, Desa Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan aksi begal di Lumajang berawal saat korban, melintas dari arah barat menuju timur. Karena hujan turun, korban kemudian berhenti di pinggir jalan untuk mengenakan jas hujan.
“Korban menepi karena hujan untuk memakai jas hujan. Setelah itu handphone disimpan di dalam jok motor,” ujar Ipda Suprapto saat dikonfirmasi, Minggu (03/05/2026).
Namun saat hendak melanjutkan perjalanan, dua orang pelaku datang dari arah belakang menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih.
Salah satu pelaku yang dibonceng turun sambil mengacungkan senjata tajam jenis clurit ke arah korban. Karena panik dan ketakutan, korban menjauh sambil berteriak meminta pertolongan warga.
“Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor korban jenis Honda Beat warna coklat nomor polisi P 4185 NC ke arah timur,” jelasnya.
Beruntung dalam kejadian tersebut korban selamat, meski mengalami syok akibat aksi para pelaku.
Baca Juga : Mahasiswi Asal Sidoarjo Dibegal dan Dibacok di Pasuruan, Motor Dibawa Kabur
Sementara itu, aksi begal kembali terjadi di jalur Jatiroto-Jember pada Senin pagi (04/05/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Kali ini korban merupakan seorang ibu penjual sayur asal Kecamatan Sukosari, Kabupaten Lumajang.
Korban dikabarkan menjadi korban pembacokan saat berangkat berjualan. Sepeda motor miliknya juga dibawa kabur oleh pelaku.
Akibat luka serius yang dialami, korban meninggal dunia. Informasi yang beredar menyebut korban merupakan tulang punggung keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur keliling.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, termasuk mendalami kronologi pasti kejadian dan memburu para pelaku.
Rentetan aksi begal dalam dua hari terakhir itu membuat warga resah, terutama pengguna jalan yang melintas pada malam hingga dini hari di jalur Jatiroto menuju Jember.
Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli, terutama di jalur rawan yang menghubungkan wilayah Lumajang dan Jember. Sebab, jalan tersebut kerap dilalui pekerja, pedagang, hingga pengendara yang berangkat pada malam dan dini hari. Kondisi jalan yang sepi saat jam tertentu dinilai membuat pelaku kejahatan leluasa menjalankan aksinya. Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati dan menghindari bepergian seorang diri saat malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Umi Kulsum
Editor: Mochamad Abdurrochim








