Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa untuk Aremania Bersama Tugu Media Group

maulid nabi muhammad tugu jatim
Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa untuk Aremania, di Kantor Tugu Media Group. Foto: Dwi Lindawati/Tugu Jatim

MALANG, Tugujatim.idTugu Media Group, perusahaan media siber di Malang yang membawahi tugumalang.id, tugujatim.id, juga tugubandung.id menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa bersama untuk Aremania, pada Kamis (20/10/2022) malam.

Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk keadilan para korban tragedi Kanjuruhan. Seperti diketahui, hingga kini terdapat 744 korban akibat tragedi gas air mata itu. Bahkan, 133 orang di antaranya meninggal dunia.

Hingga kini, titik terang kasus ini masih menjadi perhatian publik. Lewat kegiatan ini, diharap bisa membawa harapan besar agar kasus ini bisa diungkap secara terang benderang, sehingga para korban bisa mendapatkan keadilan seadil-adilnya.

maulid nabi muhammad tugu jatim
Salawat nabi oleh para santri dari Al Dachlany. Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim

Kegiatan ini dipimpin oleh Gus Hisa Al Ayubi dari Pesantren Darul Hidayah Bareng. Juga dibacakan salawat nabi oleh para santri dari Al Dachlany, Sanan, Kota Malang.

Acara digelar offline secara terbatas di kantor Tugu Media Group, Jalan Dirgantara, Kota Malang. Turut hadir, Pimred Tugu Media Group, Nurcholis MA Basyari dan juga karyawan Tugu Media Group.

Turut hadir berpartisipasi sejumlah Aremania dan para relawan seperti Sudarno yang ikut, baik secara online (Zoom) maupun offline.

maulid nabi muhammad tugu jatim
Para tamu undangan yang hadir bersama CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq (paling kanan). Foto: Yurike/Tugu Jatim

Kegiatan ini juga dihadiri Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto yang diwakili Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa yang diwakili Danramil Kedungkandang, Kapt Solihan.

CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq menuturkan belasungkawa dan duka cita mendalam kepada seluruh korban tragedi Kanjuruhan. Sebagai media massa, pihaknya juga menaruh perhatian besar atas pengungkapan kasus ini agar diusut tuntas secara terang benderang.

Ikhtiar itu juga tidak hanya berupa sajian informasi berita, namun juga menyeluruh hingga kegiatan bersifat spiritual dan sosial, seperti kegiatan yang digelar malam ini bersama Aremania.

”Sampai hari ini, kami terus berupaya terlibat penuh dan berpihak pada kebenaran. Kami punya sikap bahwa penyebab kejadian ini harus diusut tuntas demi keadilan para almarhum dan keluarga korban,” ucap Thoriq.

Thoriq menambahkan bahwa kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga menjadi kegiatan rutin perusahaan. Selain itu, juga ada banyak kegiatan sosial kemanusiaan lainnya. ”Ini sebagai bentuk implementasi nyata perusahaan kami yang berdiri sejak awal dengan misi Merawat Malang Raya,” ujarnya.

Harapan senada dikatakan Gus Hisa Al-Ayubi yang juga sedih atas tragedi yang memakan korban jiwa itu. Menurut dia, tragedi itu tak akan pernah terjadi ketika manusia bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW. ”Andai di situ ada cinta dan kasih sayang, tragedi itu tidak akan pernah terjadi. Terus terang, kita semua umat manusia sedang berduka,” ucapnya.

Meski begitu, Gus Hisa berharap seluruh pihak bisa mengambil hikmah dari tragedi ini. Namun, semua pihak mulai pejabat, aparat, juga masyarakat harus bertanggung jawab atas itu semua. Seperti yang juga dilakoni Nabi Muhammad SAW.

”Dengan mencontoh akhlak Rasulullah, negara ini akan menjadi makmur. Tragedi itu jangan sampai terulang lagi. Mari kita kembali introspeksi, kembali mengingat Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Ucapan belasungkawa dan duka cita atas tragedi Kanjuruhan juga datang dari Danramil Kedungkandang, Kapt Solihan. Dalam kesempatan itu, dia mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga kondusifitas dan sinergitas yang sudah terjalin selama ini.

maulid nabi muhammad tugu jatim
Danramil Kedungkandang, Kapt Solihan (tengah), saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa bersama untuk Aremania. Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim

Pihanya sebagai aparat juga turut prihatin atas tragedi yang menewaskan 133 korban ini. Namun dia mengajak semua pihak untuk tenang karena kasus ini sudah ditangani pihak berwenang, dalam hal ini TGIPF.

”Mari kita pasrahkan saja, sesuai prosedur yang ada. Namun saya harap di sini, kita semua tetap saling menjaga tali silaturahmi. Mari bersama kembali memulihkan suasana seperti sedia kala. Salam satu jiwa,” ucapnya.