PASURUAN, Tugujatim.id – Suparlin (52), petani di Pasuruan mengantongi untung jutaan rupiah dari bertanam jeruk siam. Pria warga Jalan Patimura, Bugul Kidul, Kota Pasuruan itu memanfaatkan lahan sawah padinya yang sengaja diubah menjadi kebun jeruk, dengan alasan lebih menguntungkan.
“Penghasilan jeruk siam ini lebih banyak (hasilnya) daripada waktu masih bertani sawah,” kata Suparlin, pada Senin (8/7).
Keberhasilan Suparlin tidaklah semudah yang dibayangkan banyak orang. Karena harus menjalani proses panjang dari belajar menyiapkan lahan, menanam hingga merawat keseharian batang-batang jeruk tersebut.
Pilihan menanam jeruk jenis siam pun diawali dari kondisi sawahnya yang kerap gagal panen. Sebelumnya, sawah Suparlin ditanami padi dan sempat juga menanaminya dengan pohon sengon. Namun sayang pohon sengonnya justruk selalu tumbang sebelum sampai usia siap tebang.

“Tanahnya ini kandungan airnya banyaknya, sengonnya roboh. Akhirnya mulai coba tanam jeruk siam,” jelasnya.
Suparlin pun mengambil keputusan mengubah sawahnya menjadi kebun jeruk, seperti sekarang ini. Sawahnya seluas satu hektar mulai ditanami pohon jeruk siam sejak 2019. Sebanyak 700 buah pohon jeruk ditanam sambil terus belajar proses perawatannya.
“Sekitar 4 bulan biasanya mulai berbuah,” ungkapnya.
Saat ini setiap seminggu sekali Suparlin meraup hasil panen jeruk antara 1,5 Kwintal hingga 2 Kwintal. Sementara harga jual per kilogram Rp6 ribu. Sehingga sebulan meraup untung antara Rp9 Juta hingga Rp12 Juta.
“Saya jualnya ke pasar tradisional di Pasuruan, sebagian juga saya pakai jadi minuman di warung bakso saya,” imbuhnya
Suparlin menyimpan rencana mengembangkan kebun jeruk siamnya menjadi agrowisata petik jeruk. Potensi akses jalan yang mudah dijangkau serta dukungan pemandangan indah dirasa mengundang ketertariakan masyarakat yang ingin berlibur.
“Harapannya bisa menciptakan lapangan kerja buat masyarakat sekitar, sekaligus edukasi cara budidaya jeruk siam juga edukasi manfaat jeruk siam untuk kesehatan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Darmadi Sasongko








