TUBAN, Tugujatim.id – Petani Tuban rupanya tahun ini harus gigit jari karena tidak mendapatkan berkah mahalnya harga komoditas cabai. Sebab, banyak tanaman yang mati bahkan busuk karena terendam hujan tahun ini.
Hasyim Latief, salah satu petani cabai asal Kecamatan Bancar, Tuban, mengatakan, dia dengan petani lainnya bisa panen dan mendapatkan hasil yang melimpah pada tahun sebelumnya. Tahun ini, dia mengatakan, tidak bisa dirasakan.
Sebab, pada masa awal tanam bibit ternyata banyak yang terendam air akibat curah hujan yang tinggi. Akibatnya, akan berdampak pada tumbuh kembang tanaman ini.

“Pengaruh cuaca juga menjadi penentu tanaman cabai, Mas. Jika saat awal musim tanam tidak banyak diguyur hujan, mungkin hasilnya juga bagus,” ujar petani milenial lulusan Magister UIN Maulana Maliki Malang ini kepada Tugu Jatim lewat saluran telepon pada Rabu (22/02/2023).
Hasyim, sapaan akrabnya, mengatakan, jika dikatakan merugi, tentunya tidak terlalu banyak. Sebab, harga cabai juga sedang bagus-bagusnya. Hanya saja, hasil yang didapatkan tidak maksimal.
“Ya, bisa disebut 50:50, Mas. Soalnya harga lagi bagus-bagusnya,” terang petani Tuban ini.
Untuk tahun ini, sebenarnya dia menanam lahan kurang lebih satu hektare. Namun, karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat, akhirnya hanya menanam di sebidang tanahnya saja. Dia menjelaskan, itu pun hasilnya tidak maksimal. Daunnya banyak yang diserang hama atau bahasa jawanya puret.
“Mbak saya kan juga tengkulak. Dulu bisa kirim cabai lumayan banyak hingga dimuat dengan menggunakan mobil pickup. Namun, sekarang cukup gunakan sepeda motor karena tidak terlalu banyak juga,” ucap petani Tuban itu.

Untuk harga cabai di petani, cabai rawit hijau dihargai Rp25 ribu/kg. Sedangkan untuk rawit merah Rp40 ribu/kg.
Sementara itu, pedagang Pasar Baru Tuban Rumiyatun saat dikonfirmasi Tugu Jatim, menyampaikan, saat ini harga cabai rawit di pasar mencapai Rp70 ribu/kg. Sedangkan cabai hijau Rp40 ribu/kg, untuk cabai keriting kisaran Rp50 ribu-Rp55 ribu/kg.
“Kemarin-kemarin pasokannya agak sulit, Mas. Ini lumayan ada. Tapi tidak tahu barangnya dari mana. Sebab, saya belinya juga di tengkulak,” ujarnya.








