• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gabah

Pekerja selep padi yang tengah menjemur gabah. foto dok. Rochim

Petani Tuban Merintih: Untung Seribu pun Tak Sampai

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Musim panen raya yang seharusnya membawa senyum justru menorehkan keluhan. Para Petani Tuban kembali harus mengelus dada akibat harga gabah anjlok di tingkat petani.

Bahkan banyak yang mengaku hanya bisa menjual di kisaran Rp6.100 hingga Rp6.300 per kilogram. Padahal, modal produksi tembus Rp6.000 per kilogram.

You might also like

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM
Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

29/05/2026 8:14 PM

“Kalau begini terus, bagaimana petani bisa hidup?” keluh Kusman, Ketua DPC Serikat Petani Indonesia (SPI) Tuban, saat ditemui Tugujatim.id, Kamis (24/4/2025).

Menurutnya, selama ini patokan harga masih mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500. Tapi sistem itu dirasa tak memihak petani.

“HPP itu pembelian oleh pemerintah, dan itu pun lewat Bulog. Sementara kemampuan Bulog kan terbatas, cuma sekitar 10 persen dari produksi nasional,” terangnya.

Panen
Ilustrasi panen gabah (foto pixabay)

 

SPI Tuban, kata Kusman, sudah lama menyuarakan agar negara menetapkan harga dasar, bukan hanya HPP. Perbedaannya krusial, jika harga dasar diberlakukan, semua pihak, baik pedagang, tengkulak, atau bahkan importir wajib mematuhi ketentuan tersebut.

“Kalau harga dasar ditetapkan Rp6.500, ya siapa pun yang beli di bawah itu harus ditindak. Petani jadi terlindungi. Tapi kalau HPP, hanya berlaku untuk pembelian Bulog. Yang lain bebas seenaknya,” tegas Kusman.

Kondisi makin pelik karena gudang-gudang Bulog disebut sudah penuh. Tak hanya di Tuban, situasi serupa terjadi di Lamongan dan Bojonegoro.

“Petani mau jual ke Bulog saja sekarang ribet. Harus lapor Babinsa, PPL, dan kelompok tani dulu. Itu pun belum tentu diterima,” kata Kusman.

BACA JUGA: Target Tanam Padi di Tuban Baru 68 Persen 

 

Kusman menyebut, perhitungan biaya produksi petani mencapai Rp6.000 per kilogram. Jika dijual dengan harga HPP Rp6.500, keuntungannya hanya Rp500. Itu pun belum termasuk biaya tenaga kerja tambahan dan risiko gagal panen.

“Petani idealnya butuh harga jual minimal Rp7.000. Supaya ada margin seribu rupiah per kilo. Baru bisa bernapas sedikit,” imbuhnya.

Kusman berharap pemerintah segera membuat langkah konkret dan berpihak. Bukan sekadar intervensi pasar sementara, tapi kebijakan yang menjamin perlindungan petani secara menyeluruh.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis: Mochamad Abdurrochim

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita TubanKabupatenTubanPetani TubanTuban
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Tuban

UMKM Perempuan di Tuban Mulai Berkembang Lewat Pendampingan Usaha

by Mochamad Abdurrochim
25/05/2026 4:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah pelaku usaha rumahan perempuan di Tuban mulai menunjukkan perkembangan usaha setelah mendapat pendampingan berkelanjutan melalui program...

Next Post
Rektor UM

Universitas Negeri Malang Bangun Gedung Poliklinik 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID