• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jalan tembus Griya Shanta.

Warga setempat menyaksikan pembongkaran tembok sebagai jalan tembus Griya Shanta oleh sekelompok orang. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Polemik Jalan Tembus Griya Shanta Buntu, Komunikasi Warga dan Pemkot Malang Terputus

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Polemik rencana proyek jalan tembus Griya Shanta, Kota Malang, Jatim, buntu karena belum ada titik terang. Sebab, warga ada yang sepakat dan menolak. Karena itu, warga menuntut keterbukaan informasi yang utuh soal visi rencana jalan tembus.

Untuk diketahui, warga Perum Griya Shanta sebelumnya telah menggugat Pemkot Malang soal rencana membongkar tembok perumahan sebagai akses jalan tembus. Proses hukumnya kini terus berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Malang dan memasuki tahap mediasi.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Baca Juga: Tembok Griya Shanta Dibongkar di Tengah Konflik Proyek Jalan Tembus Kota Malang

Ketua RT 5 RW 12 Arif Rahman Hakim mengatakan, warga menilai belum diberi penjelasan utuh dari Pemkot Malang soal rencana jalan tembus itu.

“Warga merasa tidak mendapatkan pemaparan yang jelas. Padahal, yang dibutuhkan itu komunikasi dua arah yang terbuka,” kata Hakim pada Jumat (16/01/2026).

Dia mengatakan, perlu ada dialog transparan untuk mengambil keputusan. Dia juga menekankan, keterbukaan informasi juga penting untuk dijunjung tinggi.

Warga Tak Anti Pembangunan

Hakim menegaskan, pihaknya tak anti pembangunan. Namun, dia menilai perlu adanya proses komunikasi dan sosialisasi yang optimal.

“Pemkot punya kepentingan pembangunan, warga juga punya kebutuhan. Dua hal ini seharusnya bisa bertemu di satu titik temu, tentu dalam komunikasi yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 1 RW 12 Hendi Suryo Leksono mengatakan, dampak polemik jalan tembus Griya Shanta itu terasa di seluruh RW meski wilayahnya tidak berbatas langsung dengan lokasi konflik.

“RW 12 itu ada delapan RT, yang berbatasan langsung di RT 8, tapi dampaknya dirasakan semua warga,” ungkapnya.

Hendi berharap konflik selesai secara bijaksana. Bagi dia, menentukan jalan tengah perlu dilakukan agar konflik ini tidak berlarut.

Dia melihat, komunikasi warga dan pihak kelurahan hingga dinas terkait mulai terputus. Padahal, warga ingin mendapat informasi utuh soal misi pembangunan itu.

Baca Juga: Pembongkaran Tembok Jalan Tembus Candi Panggung Kota Malang Tuai Penolakan Warga

Sedangkan isu adanya kepentingan lain di balik jalan tembus itu terus berembus di tengah masyarakat. Mulai dari isu pembangunan hunian tower hingga perumahan.

“Tentu pihak yang berkepentingan tahu informasi yang benar seperti apa. Itu yang ingin kami dengar langsung penjelasan resminya,” katanya.

Dia juga meminta ada pertemuan dengan para pemilik lahan di sekitar jalan tembus Griya Shanta yang diduga hendak dijadikan hunian baru. Mengingat, Perum Griya Shanta juga terdapat sekolahan yang berpotensi terdampak jika ada jalan umum baru.

“Warga tidak serta merta menolak. Yang diminta itu dialog terbuka dan transparansi,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: M. Sholeh

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita jalan tembusBerita Kota Malang hari iniJalan Tembus Candi Panggung-Suhat MalangJalan tembus di Kota MalangKota Malang hari iniMalangProyek jalan tembus Griya Shanta Kota Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Lampu hias.

Bersolek! Jalanan Embong Kembar Sultan Agung Kota Batu Makin Estetik Dilengkapi Lampu Hias

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID