• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jalan tembus Griya Shanta.

Warga setempat menyaksikan pembongkaran tembok sebagai jalan tembus Griya Shanta oleh sekelompok orang. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Polemik Jalan Tembus Griya Shanta Buntu, Komunikasi Warga dan Pemkot Malang Terputus

Dwi Linda by Dwi Linda
5 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Polemik rencana proyek jalan tembus Griya Shanta, Kota Malang, Jatim, buntu karena belum ada titik terang. Sebab, warga ada yang sepakat dan menolak. Karena itu, warga menuntut keterbukaan informasi yang utuh soal visi rencana jalan tembus.

Untuk diketahui, warga Perum Griya Shanta sebelumnya telah menggugat Pemkot Malang soal rencana membongkar tembok perumahan sebagai akses jalan tembus. Proses hukumnya kini terus berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Malang dan memasuki tahap mediasi.

You might also like

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

04/06/2026 12:32 PM
Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

04/06/2026 12:03 PM

Baca Juga: Tembok Griya Shanta Dibongkar di Tengah Konflik Proyek Jalan Tembus Kota Malang

Ketua RT 5 RW 12 Arif Rahman Hakim mengatakan, warga menilai belum diberi penjelasan utuh dari Pemkot Malang soal rencana jalan tembus itu.

“Warga merasa tidak mendapatkan pemaparan yang jelas. Padahal, yang dibutuhkan itu komunikasi dua arah yang terbuka,” kata Hakim pada Jumat (16/01/2026).

Dia mengatakan, perlu ada dialog transparan untuk mengambil keputusan. Dia juga menekankan, keterbukaan informasi juga penting untuk dijunjung tinggi.

Warga Tak Anti Pembangunan

Hakim menegaskan, pihaknya tak anti pembangunan. Namun, dia menilai perlu adanya proses komunikasi dan sosialisasi yang optimal.

“Pemkot punya kepentingan pembangunan, warga juga punya kebutuhan. Dua hal ini seharusnya bisa bertemu di satu titik temu, tentu dalam komunikasi yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 1 RW 12 Hendi Suryo Leksono mengatakan, dampak polemik jalan tembus Griya Shanta itu terasa di seluruh RW meski wilayahnya tidak berbatas langsung dengan lokasi konflik.

“RW 12 itu ada delapan RT, yang berbatasan langsung di RT 8, tapi dampaknya dirasakan semua warga,” ungkapnya.

Hendi berharap konflik selesai secara bijaksana. Bagi dia, menentukan jalan tengah perlu dilakukan agar konflik ini tidak berlarut.

Dia melihat, komunikasi warga dan pihak kelurahan hingga dinas terkait mulai terputus. Padahal, warga ingin mendapat informasi utuh soal misi pembangunan itu.

Baca Juga: Pembongkaran Tembok Jalan Tembus Candi Panggung Kota Malang Tuai Penolakan Warga

Sedangkan isu adanya kepentingan lain di balik jalan tembus itu terus berembus di tengah masyarakat. Mulai dari isu pembangunan hunian tower hingga perumahan.

“Tentu pihak yang berkepentingan tahu informasi yang benar seperti apa. Itu yang ingin kami dengar langsung penjelasan resminya,” katanya.

Dia juga meminta ada pertemuan dengan para pemilik lahan di sekitar jalan tembus Griya Shanta yang diduga hendak dijadikan hunian baru. Mengingat, Perum Griya Shanta juga terdapat sekolahan yang berpotensi terdampak jika ada jalan umum baru.

“Warga tidak serta merta menolak. Yang diminta itu dialog terbuka dan transparansi,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: M. Sholeh

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita jalan tembusBerita Kota Malang hari iniJalan Tembus Candi Panggung-Suhat MalangJalan tembus di Kota MalangKota Malang hari iniMalangProyek jalan tembus Griya Shanta Kota Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

by Dwi Linda
04/06/2026 12:03 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro merosot dalam beberapa hari terakhir. Kondisi harga...

Pameran Seni Surabaya.

Catat Tanggalnya! Ini Deretan Pameran Seni Surabaya yang Digelar Sepanjang Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 11:07 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Memasuki bulan Juni 2026, acara-acara yang diselenggarakan di Surabaya banyak macamnya, salah satunya pameran seni. Mau tahu...

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

Next Post
Lampu hias.

Bersolek! Jalanan Embong Kembar Sultan Agung Kota Batu Makin Estetik Dilengkapi Lampu Hias

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID