Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Pil Koplo di Malang, 8 Ribu Butir Berhasil Diamankan

  • Bagikan
Barang bukti pil koplo yang berhasil diamankan jajaran Polsek Klojen, Polresta Malang Kota. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Jatim)
Barang bukti pil koplo yang berhasil diamankan jajaran Polsek Klojen, Polresta Malang Kota. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Aparat Polsek Klojen Polresta Malang Kota kembali membongkar jaringan pengedar pil koplo di kawasan Kecamatan Klojen, Kota Malang. Ada 2 orang pengedar berhasil ditangkap. Keduanya merupakan target operasi (TO) aparat sudah sejak lama.

TO pertama polisi adalah PR (24), warga Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, Kota Malang. Dia ditangkap atas kepemilikan pil koplo jenis dobel L mencapai 8 ribu butir.

Awalnya, dituturkan Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri, bahwa pemuda ini ditangkap usai kedapatan melakukan transaksi jual beli pil koplo sebanyak 200 butir pada 9 Juni 2021 seharga Rp250 ribu.

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri saat konferensi pers ungkap kasus peredaran pil koplo jenis dobel L diwilayahnya. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Jatim)
Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri saat konferensi pers ungkap kasus peredaran pil koplo jenis dobel L diwilayahnya. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Jatim)

”Kami amankan pelaku, lalu kita dalami hingga penggeledehan di rumahnya. Benar saja, ada 6 ribu butir lagi pil disimpan di rumahnya. Total barang bukti yang kami sita 8 ribu butir,” ungkapnya, Minggu (13/6/2021).

Kepada polisi, dia mengaku berjejaring dengan bandar narkoba dengan narapidana yang mendekam di Lapas luar Kota Malang. Sasaran penjualannya dikatakan acak, mulai pekerja hingga pelajar. ”Selanjutnya kita akan dalami lagi sindikat ini,” kata Nadzir.

Selain itu, polisi juga berhasil menangkap tersangka lain yakni DN (35), warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penjual es tebu ini kedapatan menjual pil koplo dengan barang bukti sebanyak 80 butir pada Selasa 8 Juni 2021.

”Saat kami kembangkan dan menggeledah rumahnya, kami temukan lagi 1.041 butir. Bahkan sebelumnya dia ini sudah pernah dipenjara atas kasus serupa. Baru bebas 2012 lalu,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, keduanya akan dijerat pasal 197 subsider 196 subsider 198 Permenkes nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

  • Bagikan