9 Pesan Motivasi dari Birrul Qodriyyah, Alumni Bidikmisi dan Peraih Beasiswa LPDP

  • Bagikan
Birrul Qodriyyah, Peraih Bidikmisi Award Kemendikmud 2013, MSc ANP Edinburgh University UK, LPDP Awardee, saat mengisi acara Ruang Bincang Inspirasi (RBI), Minggu (13/06/2021). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Tugujatim.id – Pondok Inspirasi bersama PT Paragon Technology and Innovation dan Tugu Media Group menghadirkan Ruang Bincang Inspirasi (RBI) untuk mahasiswa-mahasiswi Bidikmisi/KIP di seluruh Indonesia, Minggu (13/06/2021). Salah satu yang menjadi narasumber dalam acara ini yaitu Birrul Qodriyyah sebagai Peraih Bidikmisi Award Kemendikmud 2013, MSc ANP Edinburgh University UK, LPDP Awardee.

Acara yang digelar melalui Zoom Meeting ini mengusung tema Menjadi Sukses dan Berdampak Versi Gue. Selain itu juga menghadirkan Tanty Mantily Dewi sebagai Tallent Acquisition Corporate Coach and Psikolog PT Paragon Technology and Innovation, serta Dihqon Nadaamist sebagai alumni Bidikmisi IPB 2015 serta Founder dan CEO Cleansheet.

Kepada lebih dari 150 mahasiswa/i Bidikmisi diseluruh Indonesia, Birrul Qodriyyah memberikan motivasi yang ia beri tema ‘Semua Berhak Punya Cita-Cita’. Berikut 9 motivasi Birrul Qodriyyah untuk yang sedang memperjuangkan mimpi.

Gelaran Ruang Bincang Inspirasi (RBI) yang digagas oleh Pondok Inspirasi yang menggandeng PT Paragon Technology and Innovation dan Tugu Media Group. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Gelaran Ruang Bincang Inspirasi (RBI) yang digagas oleh Pondok Inspirasi yang menggandeng PT Paragon Technology and Innovation dan Tugu Media Group yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Minggu (13/6/2021). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

1. Selama punya kemauan yang kuat dan sungguh-sungguh, insyallah Allah siapkan jalan

“Selama punya kemauan yang kuat, niat yang kuat, dan salah satu indikatornya tidak hanya diucapkan namun ada ikhtiar yang menyertai untuk membuktikan bahwa niat kita memang benar-benar kuat,” kata perempuan kelahiran Bantul tersebut.

Berasal dari keluarga buruh tani membuat Birrul tak mundur dalam meraih mimpinya. Terbukti, alumni mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Gajah Mada (UGM) itu mampu memperoleh beasiswa penuh hingga ia menyelesaiakan pendikannya.

2. Jadikan ujian sebagai tantangan

“Saat saya keterima kuliah waktu itu mendapat beasiswa dengan SPP gratis, tapi saya tidak punya uang saku gimana caranya cari uang saku. Nah dari keterbatasan seseorang biasanya dia akan berpikir bagaimana cara menembus keterbatasan itu,” kata Birrul.

Akhirnya dengan kemauan, Birrul mencari beasiswa yang mampu membiayai kuliah dan juga kehidupan sehari-hari hingga lulus.

“Jadi untuk teman-teman yang memiliki keterbatasan anggap itu sebagai tantangan. Jangan mengeluh kenapa harus saya yang di uji, karena Allah tahu kita bisa,” ujar Alumni SMP N 1 Jetis itu.

3. Bersyukur dan berterima kasih

“Saya sudah dikasih kepercayaan ini, suatu hari saya harus berterima kasih kepada orang yang memberi beasiswa kepada saya. Meskipun saat itu yang memberi Bidikmisi adalah orang seluruh Indonesia, tapi bagaimana caranya,” tegasnya saat menjadi penerima beasiswa Bidikmisi.

Dalam janjinya, ia ingin menjadi mahasiswa yang berprestasi. Terbukti, dia mampu menjadi Mahasiswa Berprestasi 1 UGM 2013, bahkan juga menjadi Mahasiswi Berprestasi Nasional Terinspiratif 2013.

“Itu kesungguhan yang saya tampilkan bahwa saya sebagai penerima beasiswa saya harus bertanggungjawab. Itulah bentuk terima kasih saya kepada pemberi beasiswa,” sambung Birrul.

4. Ketika diuji kesabaran, bersedih itu wajar, tapi jangan lama-lama. Yakinlah dibalik kegagalan Allah sedang siapkan sesuatu yang lebih

“Dari kegagalan kita bisa belajar. Misalnya ikut lomba tapi gagal, tidak masalah. justru dari situ kita belajar kenapa ya kita kalah, ternyata tulisan saya begini, kurang begini,” tutur pemilik motto memiliki motto “Do the best, Allah will give a success” ini.

Justru menurutnya, orang yang tidak pernah gagal itu tidak pernah belajar karena tidak pernah mencoba

5. Peluang akan datang dan bisa didapatkan orang-orang yang sudah siap

Pada tahun 2014, keberuntungan diperoleh Birrul, tak disangka-sangka ia mampu mewakili mahasiswa Bidikmisi untuk memberikan testimoni di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam ‘Silaturahmi Presiden SBY dengan Mahasiswa Bidikmisi Tahun 2014’ di Assembly Hall Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

“Pada saat seleksi itu kan mendadak, setiap kampus dipilih satu-satu. Nggak ada persiapan saya ditunjuk untuk mencoba berbicara beberapa menit. Akhirnya karena sudah persiapan jadi santai saja. Alhamdulillah saya terpilih di depan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya berbicara dari hati hingga membuat bapak presiden menangis,” terang Birrul.

Hal tersebut lantaran ia yang terbiasa mengikuti lomba pidato sewaktu SMA.

6. Kalau punya niat yang kuat, Allah yang carikan jalan

“Waktu itu saya punya niat ingin mengucapkan rasa terimakasih kepada rakyat Indonesia akhirnya ucapan saya sampai melalui testimoni yang saya berikan hingga menjadi viral,” lanjut Duta Keperawatan Nasional 2013 itu.

7. Tugas manusia itu berikhtiar semaksimal mungkin, kita kerjakan yang terbaik biar Allah yang panjangkan manfaatnya

“Jadi teman-teman dikasih peran apapun sekarang, optimalkan peran itu, kalau misalnya hasilnya tidak sesuai yang penting sudah maksimal,” ajak Birrul.

8. Fokus memperbaiki diri, orang-orang baik akan berdatangan

Sosok yang pernah terpilih sebagai 100 Young Leader for Indonesia oleh Mc. Kinsey Company ini sebelum melanjutkan S2 ia harus dihadapkan dengan pilihan antara menikah atau melanjutkan kuliahnya terlebih dahulu, hal tersebut membuat Birrul bimbang lantaran beberapa laki-laki datang kerumahnya karena ingin menikahinya.

“Nggak usah pakai pacaran karena pacaran menurut saya agak kurang kerjaan karena belom pasti. Mending fokus memperbaiki diri, orang-orang baik akan datang ke kita. Itu ada mahasiswa-mahasiswa berprestasi datang ke rumah saya, nggak saya undang tinggal pilih,” tegasnya.

9. Jangan hanya punya kemauan, tapi kemampuannya harus ada

“Untuk bisa mendapatkan besasiswa LPDP, tidak hanya kemauan, namun juga kemampuan bahasa agar bisa diterima. Setelah diterima, bagaimana kita mampu mempertahankan nilai yang bagus saat menjalani perkuliahan, sehingga bisa pulang dengan kebanggaan membawa gelar yang kita impikan,” pungkas Birrul.

  • Bagikan