Polisi Segera Gelar Perkara Dugaan Penggelapan Insentif Pemakaman Covid-19 di Malang - Tugujatim.id

Polisi Segera Gelar Perkara Dugaan Penggelapan Insentif Pemakaman Covid-19 di Malang

  • Bagikan
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menjelaskan update dugaan kasus penggelapan insentif pemakaman Covid-19 di Kota Malang, Senin (27/9/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menjelaskan update dugaan kasus penggelapan insentif pemakaman Covid-19 di Kota Malang, Senin (27/9/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Polresta Malang Kota dalam waktu dekat segera melakukan gelar perkara dugaan penggelapan dana insentif pemakaman Covid-19 di Kota Malang. Hal ini dilakukan setelah pihak kepolisian memeriksa beberapa orang saksi terkait kasus ini.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menjelaskan bahwa sejauh ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala UPT Pemakaman DLH Kota Malang, Taqruni Akbar dan enam pihak lainnya.

“Kemarin sudah dilakukan pemanggilan kepada Pak Taqruni, bersama beberapa orang. Kalau tidak salah ada sekitar 6 orang yang telah dimintai keterangan,” jelasnya, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk dapat mengungkap dugaan kasus penyelewengan dan pungli pemakaman Covid-19 di Kota Malang tersebut.

“Kita akan lakukan gelar perkara dari hasil hasil yang kita ambil. Sehingga kita bisa menyimpulkan apakah ini tindak pidana,” tuturnya.

Untuk masalah dugaan pungli, pihaknya mengaku masih mengalami kesulitan lantaran pada umumnya masyarakat memang memberikan upah tanpa paksaan kepada tim pemakaman sebagai rasa terimakasih.

“Memang ada juga yang informasinya ditarget. Nah ini harus kita gelar perkara. Setelah dari lidik ke sidik lalu kita gelar perkara,” imbuhnya.

Pihaknya juga berencana akan menggali informasi lebih dalam melalui keterangan penggali pemakaman Covid-19 di Kota Malang sebagai saksi.

“Otomatis akan dimintai keterangan sehingga komperhensif, dari semua proses penyelidikan ini semua komperhensif. Sehingga penyelidik tidak memutuskan sepihak dengan alat alat bukti yang terbatas,” paparnya.

  • Bagikan