Polres Batu Siapkan 4 Pos Pengamanan dan Siagakan 500 Personel Jelang Idul Fitri 1442 H - Tugujatim.id

Polres Batu Siapkan 4 Pos Pengamanan dan Siagakan 500 Personel Jelang Idul Fitri 1442 H

  • Bagikan
Forkopimda Kota Batu dalam Gelar Pasukan Ketupat Semeru 2021 di Alun alun Kota Batu, Rabu (5/5/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Forkopimda Kota Batu dalam Gelar Pasukan Ketupat Semeru 2021 di Alun alun Kota Batu, Rabu (5/5/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Polres Batu melakukan Gelar Pasukan Ketupat Semeru 2021 di Alun alun Kota Batu, Rabu (5/5/2021). Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H dan pemantauan mobilitas masyarakat pada larangan mudik.

Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo menuturkan, pihaknya telah menyiapkan 4 pos pengamanan dengan melibatkan sekitar 500 personel. Di antaranya, di perbatasan Batu-Kediri, Ngambal, Ngantang, Alun alun dan Pendem.

“Ada 4 pos pengamanan dan 3 pos pantau. Total menerjunkan sekitar 500 personel,” ujar Catur C Wibowo.

Pihaknya juga menyatakan akan melakukan penyekatan bagi para pemudik yang tetap nekat di perbatasan Kediri-Batu.

“Dengan didukung tiga pos pantau yang berada di Bumiaji, Dewi Sartika dan Pujon. Nanti akan kita laksanakan penyekatan di daerah batas Kediri-Batu,” ujarnya.

Menurutnya berdasarkan perintah dari Presiden dan Kapolri, maka Kota Batu meniadakan kegiatan mudik lebaran. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan mudik pada larangan mudik tahun ini.

Apel Pasukan Gbungan untuk Ops Ketupat Semeru 2021 di Alun alun Kota Batu, Rabu (5/5/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Apel Pasukan Gbungan untuk Ops Ketupat Semeru 2021 di Alun alun Kota Batu, Rabu (5/5/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

“Untuk pemeriksaannya, kita nanti akan melaksanakan random sampling seperti rapid antigen dan memeriksa kelengkapan yang harus dibawa pengendara,” ucapnya.

Disebutkan, dalam masa larangan mudik lebaran nantinya juga akan memaksimalkan PPKM Mikro. Sehingga pengawasan mobilitas masyarakat dapat terpantau mulai tingkat RT.

“Tetap kita akan memaksimalkan PPKM Mikro, ketika ada tamu, pekerja migran atau siapapun yang datang di tempat baru mulai dari tingkat RT, RW, Dusun dan Desa,” tuturnya.

Sementara untuk rekayasa lalu lintas sebagai pendukung pembatasan mobilitas masyarakat, pihaknya akan menyesuaikan kepadatan arus lalu lintas yang ada. Dikatakan, pihaknya juga telah menyiapkan 3 rencana untuk mengantisipasi kepadatan arus lalulintas di Kota Batu.

“Kalau mulai padat baru kita lakukan rekayasa. Tapi sejauh ini masih landai arus lalu lintasnya. Sejauh ini belum ada peningkatan lalulintas di Kota Batu, masih landai,” imbuhnya.

 

  • Bagikan