• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Down Syndrome. (Foto: dok. Imam A. Hanifah/Tugu Jatim)

Kegiatan menggambar dan mewarnai sketsa anak down syndrome pada Sabtu (15/10/2022). (Foto: dok. Imam A. Hanifah/Tugu Jatim)

POTADS Jatim Gandeng UM, Kembangkan Potensi Anak Down Syndrome lewat Seni

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Bertepatan dengan bulan peduli down syndrome, Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS) Jatim menggandeng Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) UM dalam acara family gathering pada Sabtu (15/10/2022). Acara yang digelar di Aula Fakultas Pendidikan UM II itu mengangkat tema “Lets Raise Up Down Syndrome Awareness” diikuti 57 anak down syndrome beserta orang tua atau pendampingnya.

Acara diisi dengan diskusi dan materi dari para pakar, berbagi pengalaman antar orang tua, dan kegiatan seni. Anak-anak diajak untuk berkreasi dengan menggambar, mewarnai, dan membuat sketsa sambil didampingi mahasiswa PLB UM.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Untuk diketahui, POTADS Jatim adalah yayasan yang memiliki visi menjadi pusat informasi dan konsultasi terlengkap tentang down syndrome. Mereka memiliki tujuan untuk memberdayakan para orang tua anak dengan down syndrome untuk membantu tumbuh kembang mereka secara maksimal.

Sementara itu, Prof Dr Mohammad Efendi, salah satu guru besar yang juga ketua Jurusan PLB UM yang juga menjadi pengisi acara menjelaskan, acara seperti ini harus lebih dimasyarakatkan lagi ke depannya.

“Sampai hari ini masyarakat tidak mengerti siapa yang disebut anak berkebutuhan khusus. Jadi, anak-anak ini masih dianggap warga negara kelas dua,” jelasnya.

Down Syndrome. (Foto: dok. Imam A. Hanifah/Tugu Jatim)
Ketua Jurusan PLB UM Prof Dr Mohammad Efendi saat memberi pemaparan dalam family gathering
pada Sabtu (15/10/2022). (Foto: dok. Imam A. Hanifah/Tugu Jatim)

Dia menambahkan, selama ini orang hanya melihat dari sisi perbedaan terlebih dahulu. Seharusnya, menurut Effendy, nilai yang dilihat terlebih dulu ialah persamaan sebagai sesama manusia.

“Melihat kita normal, mereka tidak. Padahal, sebagai manusia kita itu sama. Baru kemudian melihat perbedaan dan kita bisa membantu dari sisi apa,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqqih yang sempat hadir memberi sambutan pun mendukung agar acara ini bisa berkelanjutan. Acara yang hanya dipersiapkan dalam waktu 1 bulan ini juga mendapat dukungan dari banyak pihak seperti tokoh homeshcoling di Malang, Giya Qur’an, LP2M UM, dan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan.

Dalam acara ini, ketua panitia dan penggagas acara Nur Iman mengungkapkan, sambutan masyarakat sangat luar biasa. Namun, dia hanya membatasi 57 peserta karena keterbatasan tempat dan fasilitas karena acara ini juga bersifat gratis.

Nur berharap pada dunia pendidikan agar mau turun melakukan riset sehingga ke depannya dapat membantu memberi solusi dan menjauhkan anak down syndrome dari aksi bullying.

Dengan adanya acara ini, dia berharap agar orang tua tidak lagi menyembunyikan anaknya yang down syndrome.

“Cari bakatnya, cari potensinya, jangan bersedih hati. Banyak contoh yang bisa sukses. Tinggal kita mau tidak melakukan itu,” harap Nur.

Untuk masyarakat umum, Nur Iman berharap agar punya kesadaran untuk menerima dan tidak merendahkan anak-anak yang merupakan anugerah Tuhan itu.

“Kami ada, lihatlah kami, kemampuan kami sebagai bagian dari masyarakat,” imbuhnya. (adv)

Tags: Anak down syndromeDifabel down syndromedown syndromedown syndrome adalahJurusan Pendidikan Luar Biasa UMKampus UMKota Malang hari iniMahasiswa UMPLB UMPOTADS JatimPOTADS Jatim X Kampus UMPOTADS Jatim X PLB UMUniversitas Negeri Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
smp 1 kota pasuruan tugu jatim

Alumni SMP 1 Kota Pasuruan Doa Bersama untuk Teddy Minahasa

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID