PPKM Darurat, Banyak Warung Kopi di Tuban Masih Nekat Buka di Atas Jam 8 Malam

  • Bagikan
Jajaran petugas gabungan ketika melakukan patroli PPKM Darurat dan mendatangai warung kopi di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak karena masih nekat buka di atas pukul 20.00 WIB, Senin (5/7/2021) malam. (Foto: Humas Polres Tuban)
Jajaran petugas gabungan ketika melakukan patroli PPKM Darurat dan mendatangai warung kopi di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak karena masih nekat buka di atas pukul 20.00 WIB, Senin (5/7/2021) malam. (Foto: Humas Polres Tuban)

TUBAN, Tugujatim.id – Kesadaran masyarakat Kabupaten Tuban terkait bahaya virus corona dan pemberlakuan PPKM Darurat terbilang memprihatinkan. Pada patroli dan operasi yang dilakukan petugas gabungan yang digelar Senin (5/7/2021) malam kemarin, masih banyak ditemui warung kopi yang masih buka di atas jam 8 malam. Padahal, sesuai aturan, mestinya warung hanya boleh buka hingga pukul 20.00 saja.

Kasat Binmas Polres Tuban, AKP Ali Kanta menyatakan bahwa patroli dan PPKM Darurat memang perlu dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat mengingat kasus Covid-19 di Indonesia dalam tren peningkatan. Termasuk salah satunya di Tuban.

“Kondisi ini seperti ini harus segera dihentikan untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19,” terang kata Kasat Binmas Polres Tuban, AKP Ali Kanta.

Ali Kanta menjelaskan saat patroli, masih banyak ditemui kafe atau warung kopi serta warung makan yang beroperasi di atas jam yang telah ditentukan yaitu pukul 20.00 WIB. Sehingga, petugas memberikan edukasi dan teguran lisan kepada pemilik.

“Kita berikan teguran dan meminta untuk segera menutup warungnya,” ungkapnya.

Dia berharap kepada pemilik warung yang masih bandel, untuk bisa mematuhi ketentuan selama diberlakukannya PPKM Darurat. Hal itu sebagai upaya untuk memutus penyebaran Covid-19.

Dalam Surat Edaran (SE) Bupati Tuban tentang PPKM Darurat, disebutkan kegiatan di pasar tradisional, suwalayan, toko modern dan toko kelontong diberlakukan pembatasan jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Kemudian, terkait makan dan minum ditempat umum seperti warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kakilima dan lapak jajanan baik yang berada dilokasi tersendiri maupun yang berlokasi dipusat perbelanjaan, hanya menerima pesan antar/bawa pulang (delivery order/take away) dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

  • Bagikan