PPKM Darurat Diterapkan, Pemkot Malang Siapkan Bansos bagi Warga Terdampak

  • Bagikan
Wali Kota Malang Sutiaji bersama jajaran samping Forkopimda Kota Malang saat Rakor PPKM Darurat, Kamis (1/7/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kiri) bersama jajaran samping Forkopimda Kota Malang saat Rakor PPKM Darurat, Kamis (1/7/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pemkot Malang akan segera menyusun skema penyaluran dana bantuan sosial (bansos) yang diperuntukkan bagi warga terdampak selama PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021.

Pentingnya bansos ini diberikan sebagai stimulus ekonomi masyarakat khususnya pedagang yang terdampak akibat pembatasan aktivitas selama PPKM Darurat nanti.

Terkait besarannya, Wali Kota Malang Sutiaji masih akan menyusun skema anggarannya. Yang jelas, kehadiran negara khususnya bagi warga terdampak jelas ada.

”Akan kita support. Untuk nominalnya masih akan kita pertimbangkan. Kalau dulu itu kita ambil Rp300 ribu. Mungkin bisa jadi kita ambil Rp300 ribu itu, juga bisa lebih dari itu,” ungkap Sutiaji, Kamis (1/7/2021).

Soal teknis penyalurannya, jelas dia, kurang lebih sama seperti saat PSBB sebelumnya. Mereka juga telah memiliki bank data warga terdampak sejak pandemi ini merebak Data inilah yang menjadi acuan pemberian bantuan sosial.

“Kita sudah punya data siapa kemarin yang sudah diverifikasi, tapi akan kita verifikasi lagi. Ini sebagai bentuk empati kita kepada saudara kita yang lagi terdampak, ada kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Terlepas dari itu, diimbau kesadaran masyarakat atas kebijakan ini, demi sebuah ikhtiar bersama mengendalikan laju penularan virus asal Wuhan, China ini. Khususnya, diimbau agar tidak makan dan minum di tempat.

Seperti diketahui, segala macam jenis usaha di bidang food and beverage seperti restoran, kafe, hingga pedagang kaki lima (PKL) untuk hanya melayani sistem take away

“Karena apa? Karena ditengarai penyebaran Covid-19 ini banyak terjadi ketika kita membuka masker saat kita makan. Kita tidak tahu mana orang yang terpapar Covid-19 atau tidak,” jelas dia.

Sebagai bentuk pengawasan, pihaknya akan melakukan operasi gabungan bersama juga TNI/Polri. Mereka juga meminta peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen di Kota Malang untuk saling bahu membahu menangani kasus Covid-19.

“Saya mohon semua juga demikian, agar sama-sama kita memberi edukasi literasi kepada masyarakat bahwa Covid-19 ini tidak bisa dianggap remeh,” tandasnya.

  • Bagikan