• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Produk ecoprint.

Luluk Pangestuti, warga Mojokerto yang memproduksi produk ecoprint saat di galeri pribadinya. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

Produk Ecoprint ala Warga Mojokerto Tembus Mancanegara, Bisnis Moncer Berawal dari Hobi Naik Gunung

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Bisnis
2
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Gemar mendaki gunung saat masih berkuliah, membuat Luluk Pangestuti tergerak dengan keadaan sekitar. Ibu tiga anak tersebut berupaya memanfaatkan sumber daya yang tersedia di alam bebas menjadi barang bernilai jual tinggi lewat produk ecoprint. Tidak hanya itu, sentuhan tangan dingin Luluk tembus hingga pasar luar negeri.

Kegigihan Luluk berawal pada 2020. Namun, Luluk belum berpikir bagaimana dirinya belajar mengolah sumber daya yang ada. Akhirnya, Luluk belajar tentang produk ecoprint secara otodidak alias mandiri.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM

Luluk menggunakan daun-daun jenis khusus yang ditanam sendiri. Sementara itu, bibit dari daun-daun tersebut dia beli dari seorang pengepul di Pacet. Ragam daun yang digunakan oleh Luluk di antaranya daun Afrika, daun kayu lanang, termasuk daun jarak wulung. Daun-daun tersebut dipandang bisa menghasilkan warna alami, terutama untuk kain berbahan katun, primisima, blacu, rayon, katun paris, serta katun sutra.

Baca Juga: Soraya Intercine Films Umumkan “Nimas Neraka 10 Tahun”, Adaptasi Kisah Viral Perempuan di Surabaya Diteror Teman SMP

“Memang berawal dari suka keluar ke gunung. Berpetualang ke alam terbuka. Tapi, itu sebelum nikah dulu. Lalu ada pelatihan, kami pandang ternyata ramah lingkungan. Bahkan sampai ke pemanfaatan limbah,” ujar Luluk, Jumat (31/05/2024).

Berbekal pelatihan, Luluk terus berupaya. Perlahan, produksi Luluk bertambah. Tidak kurang dari 20 helai kain ecoprint diproduksi Luluk bersama 3 karyawannya. Hasil produksi Luluk turut diperluas dengan kolaborasi berbagai pihak.

“Tentu agar menghasilkan variasi barang yang berasal dari bahan ecoprint kami,” bebernya.

Beberapa benda dari ecoprint Luluk nampak dari sandal, tas, taplak meja, termasuk tempat tisu. Seluruh karya tersebut dipajang di galeri milik pribadinya.

“Untuk warna oranye, salah satu display kami itu pakai daun kayu lanang. Jadi warna yang tampak berasal dari noda alami daun yang dipakai,” urainya.

Baca Juga: Renovasi Hunian Impian, 5 Inspirasi Teras Rumah Minimalis Terbaik 2024: Gaya Eropa hingga Nyetrik Tetap Adem

Dari upaya yang sudah digeluti, Luluk sukses membangun brand NaySyifa Craft. Torehan omzet Rp25 juta per bulan dari karya Luluk menjadi catatan penting. Bahkan, negara-negara seperti Turki hingga Australia turut mencicipi produk Luluk.

“Dan juga kami menjadi salah satu produk unggulan binaan salah satu BUMN pada 2023 lalu,” ujarnya.

Dari segi harga, produk milik Luluk dibanderol dengan harga bervariasi. Produk dengan kain rayon mulai pada harga Rp150.000, sementara untuk produk katun seharga Rp300.000. Lalu produk dari kain sutra dihargai mulai Rp1 juta. Kemudian, produk pakaian jadi seperti sepatu maupun tas berharga mulai dari Rp250.000-Rp750.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Mojokerto hari iniBisnis ecoprintMojokerto hari iniPengusaha ecoprint di MojokertoPerajin ecoprint Mojokerto
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Next Post
Siswa SMP.

Siswa SMP di Kota Batu Tewas usai Dikeroyok Teman, Polisi Amankan 5 Anak Terduga Terlibat Pengeroyokan 

Comments 2

  1. Pingback: Siswa SMP di Kota Batu Tewas usai Dikeroyok Teman, Polisi Amankan 5 Anak Terduga Terlibat Pengeroyokan  - Tugujatim.id
  2. Pingback: Review Dell OptiPlex 7050 SFF Core i7 Terbaru: Solusi Komputasi yang Andal dan Efisien Cocok untuk Berbisnis - Tugujatim.id

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID