MALANG, Tugujatim.id — Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) komitmen mencetak generasi remaja yang sehat dan berdaya. Dosen dan mahasiswa Kebidanan FK UM kembali kolaborasi bareng SMKN 2 Malang pada Kamis (05/06/2025).
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk GEN-START (Generating Strong Teens for Adolescent Reproductive Health and Stunting Prevention), SMKN 2 Malang sebagai mitra diedukasi mendalam terkait kesehatan remaja dan pencegahan stunting.
Baca Juga: Kebidanan FK UM Edukasi Siswi SMKN 2 Malang, Pentingnya Kesehatan Reproduksi Remaja di Era Digital
Kegiatan Kebidanan FK UM diikuti 40 siswi kelas XI. Berbeda dari penyuluhan biasa, program ini mengusung pendekatan Adolescence Peer Tutoring, di mana siswi yang sebelumnya telah dibentuk sebagai DUTA PROTEKSI pada program pengabdian 2024, kini diberikan pendalaman materi agar lebih siap menjadi agen perubahan di lingkungan sebaya mereka.
Para duta ini diberi bekal pengetahuan dan keterampilan tambahan agar semakin percaya diri dalam menyampaikan informasi penting terkait kesehatan remaja kepada teman-temannya.
Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Sekolah Mitra
Materi yang diberikan dalam kegiatan ini mencakup gizi remaja, pencegahan stunting sejak dini, serta anemia, tiga isu penting yang saling berkaitan dan berdampak besar terhadap tumbuh kembang remaja. Selain sesi penyuluhan, suasana kelas dibuat menyenangkan melalui games interaktif, pembagian doorprize, serta pemberian leaflet dan modul edukatif yang dirancang secara menarik dan mudah dipahami.
Kegiatan ini dipimpin oleh Nina Rini Suprobo, S.Keb., Bd., M.Keb, bersama tim dosen yang terdiri dari Rizqie Putri Novembriani, S.Keb., Bd., M.K.M, Elisa Danik K, S.Keb., Bd., M.Keb, dan Alifia Candra Puriastuti, S.Keb., Bd., M.Kes. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dengan dukungan penuh dari pihak SMKN 2 Malang sebagai mitra kolaboratif dalam pengabdian masyarakat ini.

Program GEN-START ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama: SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan memberikan edukasi yang mampu meningkatkan literasi kesehatan remaja, mencegah anemia dan stunting, serta membentuk gaya hidup sehat sejak usia sekolah.
Dan SDG 5: Kesetaraan Gender, dengan memberdayakan remaja perempuan maupun laki-laki agar memiliki akses yang setara terhadap informasi dan keterampilan kesehatan reproduksi, serta mendorong mereka untuk menjadi peer educator yang mampu memengaruhi komunitas sebaya mereka secara positif.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai preventif sejak usia remaja. Dengan pendekatan yang partisipatif dan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan responsif terhadap tantangan kesehatan remaja masa kini. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








