MADIUN, Tugujatim.id – Gaduh soal mangkraknya kolam renang di kawasan Pasar Mundu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, menarik perhatian Komisi D DPRD Kabupaten Madiun. Alasannya, anggaran yang sudah terserap untuk pembangunan kolam tersebut hampir Rp 1 miliar. Namun, manfaatnya tak juga dirasakan masyarakat.
“Kegaduhan ini kalau tidak ada kejelasan jelas mengganggu pelayanan pemerintah desa setempat,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Mashudi pada Selasa (19/04/2022).
Dia mengatakan, pihaknya juga telah menerima banyak informasi yang simpang siur tentang pembangunan kolam tersebut. Untuk menyaring pengaduan itu, Komisi D DPRD Kabupaten Madiun berencana inspeksi ke lokasi. Jadi, ada titik terang tentang apa yang terjadi dan rencana lanjutan pembangunan kolam renang mangkrak itu.

“Kami akan ke lapangan setelah Lebaran. Untuk memastikan informasi yang kami terima itu seperti apa supaya tidak gaduh lagi,’’ kata Mashudi.
Dia mengungkapkan, kolam renang tersebut dibangun pada 2019 dan bertahap dilanjutkan pada 2021. Anggaran yang terpakai mencapai Rp931 juta bersumber dana desa (DD) dan bantuan keuangan khusus (BKK). Pembangunan kolam yang direalisasikan di masa kepemimpinan Kepala Desa era Suprapti itu belum bisa digunakan. Bahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisinya memprihatinkan karena berlumut dan terancam rusak.
“Kami akan berkoordinasi dengan pemdes setempat dan instansi terkait kejelasannya,’’ tambah Mashudi.
Sementara itu, Kepala Desa setempat Tri Wiwik Suryaningsih mengaku telah bermusyawarah dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terkait hal itu. Wiwik mengaku, ingin menggali lebih dalam perihal pembangunan kolam tersebut. Sebab, proyek pembangunannya dilaksanakan di masa kades sebelum dirinya.
“Kami sudah rapatkan dengan BPD, selanjutnya kami minta instansi terkait untuk mengevaluasinya supaya kami bisa melangkah lagi nantinya,’’ ujarnya. (Adv)
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim