PSBB Jawa-Bali di Depan Mata, Kapolres Malang Tunggu Bupati Pulang dari Luar Kota

  • Bagikan
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat memberikan pernyataan terkait antisipasi gelombang demo dari FPI (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat memberikan pernyataan terkait antisipasi gelombang demo dari FPI (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sudah di depan mata. Wilayah Malang Raya sudah dipastikan akan ikut andil dalam PSBB tersebut usai rapat koordinasi di Balai Kota Malang pada Kamis (07/01/2021).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Komandan Satgas COVID-19 Kabupaten Malang sekaligus Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, mengaku belum bisa menentukan sikap.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Pasalnya ia belum berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang terkait keputusan tersebut.

Baca Juga: KPK Geledah Balai Kota Batu Terkait Kasus Gratifikasi

“Kita masih menunggu koordinasi dengan gugus tugas COVID-19 Kabupaten Malang,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis Sore (07/01/2021).

Kapolres kelahiran Solok Sumatera Barat ini sendiri sebenarnya sudah menghubungi Forkopimda Kabupaten Malang untuk membahas PSBB Jawa-Bali. Pasalnya, ia berpendapat jika Surabaya Raya dan Malang Raya akan menjadi prioritas dalan pembatasan kali ini.

“Saya sudah bilang kalau nanti butuh waktu untuk koordinasi terkait (PSBB) ini, karena Malang Raya dan Surabaya Raya kemungkinan akan menjadi prioritas di Jawa Timur. Tapi Pak Bupati dan Pak Sekda Kabupaten Malang masih di luar kota,” pungkasnya. (rap/gg)

  • Bagikan