Penyelidikan Tahap 2, KPK Geledah 5 Jam dan Bawa 3 Koper dari Kantor Dinas di Kota Batu

  • Bagikan
Foto:azm

BATU, Tugujatim.id – Penyelidikan perkara suap Wali Kota Batu era 2011-2017 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut. Kali ini komisi antirasuah itu melakukan penggeledahan lanjutan di kantor Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (07/01/2021).

Hasilnya, dari penggeledahan yang berlangsung selama 5 jam sejak pukul 10.00 WIB ini, petugas berompi logo KPK di punggungnya ini membawa 3 koper berisi dokumen barang bukti perkara. Penggeledahan usai sekitar pukul 15.00 WIB.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Kepala DPMPTSPTK Kota Batu Muji Dwi Leksono saat ditanya terkait penggeledahan ini enggan berkomentar banyak. ”Tidak tahu, hanya satu tempat saja. Tidak pengaruh ke pelayanan, tetap berlangsung,” ujarnya singkat.

Sebelumnya pada Rabu (06/01/2021), KPK telah menggeledah 3 dinas, yakni Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Ini terkait penyelidikan kembali terhadap kasus suap yang menjerat Eddy Rumpoko pada 2017 lalu.

Hasilnya, sejumlah dokumen yang diduga adalah barang bukti perkara terkumpul mencapai 5 koper. “Penyidik menemukan dan mengamankan sejumlah dokumen terkait kegiatan proyek pekerjaan dan juga dokumen perizinan tempat wisata pada Disparta Kota Batu kurun waktu tersebut (2011-2017) serta dugaan gratifikasi lainnya,” jelas Jubir KPK Ali Fikri Rabu (06/01/2021).

Penyelidikan ini,  Ali Fikri mengatakan, merupakan tugas kerja penyelidikan baru. “Iya (pengembangan), sprindik (surat perintah penyidikan) baru,” jelas dia.

Kemudian pihaknya akan menganalisis dan segera melakukan penyitaan terhadap dokumen yang dimaksud sebagai barang bukti dalam perkara gratifikasi yang menjerat mantan wali Kota Batu tersebut. Tak hanya itu, komisi antirasuah itu juga telah memeriksa 2 saksi kunci. Yakni M. Zaini selaku pihak rekanan swasta atau PT Gunadharma Anugerah yang didalami keterangan terkait dugaan pemberian sejumlah uang kepada pihak terkait perkara ini agar bisa mendapat proyek pekerjaan di Pemkot Batu.

Kedua, adalah Kristiawan. Dia adalah mantan asisten rumah tangga Eddy Rumpoko, didalami keterangannya terkait dugaan sebagai perantara penerimaan atas perintah dari pihak yang terkait perkara ini untuk menerima sejumlah uang dari para kontraktor dan SKPD di Pemkot Batu. (azm/ln)

  • Bagikan