JEMBER, Tugujatim.id – Para Siswa SD Pesisir Jember dilatih selamatkan diri dari ancaman gempa dan tsunami.
Pagi yang semula berlangsung normal di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Gumukmas tiba-tiba dipenuhi riuh luar biasa.
Ratusan murid SD Negeri 01 Kepanjen menjalani latihan penyelamatan diri saat gempa melanda kawasan tersebut.
Dengan arahan lantang melalui pengeras suara dari Kepala Sekolah, Irwan Aditya, seluruh murid langsung menerapkan teknik berlindung yang telah dipelajari. Mereka dengan gesit berjongkok dan melindungi kepala di bawah meja belajar untuk menghindari bahaya material jatuh.
Setelah situasi dianggap aman, barisan siswa bergegas keluar kelas dengan tertib sambil menggunakan tas sebagai pelindung kepala menuju area berkumpul di lapangan.
Di zona aman tersebut, aksi tanggap darurat terus berlanjut.
Kelompok PMR Mula dari sekolah tersebut bergerak lincah menelusuri ruang kelas mencari korban yang memerlukan pertolongan medis. Dibekali perlengkapan P3K, anggota tim kesehatan siswa ini merawat luka dan mempersiapkan alat evakuasi dengan profesional.
Aktivitas tersebut adalah bagian dari latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa dan gelombang tsunami yang diselenggarakan secara swadaya oleh pihak sekolah.
Program ini termasuk dalam agenda Festival Kesiapsiagaan Sekolah dengan pendampingan tim School Community Resilience (SCR) melalui kolaborasi antara Palang Merah Jepang dan PMI Jember.
Koordinator lapangan SCR PMI Jember, Weni Catur, menyatakan bahwa acara berlangsung bersamaan di dua tempat, SMPN 1 Gumukmas dan SDN 01 Kepanjen. Festival tidak hanya berisi simulasi, tetapi juga dilengkapi kompetisi bernuansa edukasi dan pengangkatan Duta Kesiapsiagaan Bencana.
Aep Ganda Permana, Wakil Ketua PMI Jember, mengapresiasi semangat komunitas sekolah dalam kegiatan ini. Menurutnya, lokasi SDN 01 Kepanjen yang terletak di zona pantai membuat pelatihan semacam ini sangat vital.
“Terima kasih kepada tenaga pendidik dan peserta didik. Kepanjen terletak di area pantai yang sangat rentan terhadap guncangan bumi dan gelombang besar. Latihan ini adalah investasi keselamatan,” papar Aep (24/1/2026).
Ia juga mengimbau siswa untuk membagikan ilmu yang diperoleh kepada anggota keluarga di rumah agar kesadaran menghadapi bahaya bencana meningkat di masyarakat. Irwan Aditya mengungkapkan kegembiraan sekolahnya menjalankan program latihan tersebut.
“Kami sangat mendukung adanya pelatihan seperti ini agar kesiapan kami meningkat bila bencana terjadi kapan saja,” ungkap kepala sekolah itu.
Menurutnya, pengulangan latihan diperlukan supaya seluruh sivitas akademika terbiasa waspada. Seorang siswi kelas empat bernama Zahrah mengaku menikmati rangkaian Festival Kesiapsiagaan Sekolah.
“Saya sangat senang bisa ikut latihan menghadapi gempa,” tutur Zahrah dengan antusias.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








