• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
penjahit kampung. (Foto: IG @banyuwangi_kab/Tugu Jatim)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama 77 penjahit di GOR Tawang Alun, Senin (08/08/2022). (Foto: IG @banyuwangi_kab)

Rayakan HUT RI, Pemkab Banyuwangi Gaet 77 Penjahit Kampung Produksi 17.822 Bendera Merah Putih

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengajak 77 penjahit kampung untuk memproduksi 17.822 bendera Merah Putih di Gelanggang Olah Raga (GOR) Tawang Alun, Senin (08/08/2022).

Uniknya, setelah memproduksi ribuan sang saka Merah Putih kebanggaan bangsa tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Merespons hal itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memang sengaja menggaet puluhan penjahit kampung untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Dilansir dari jatim.antaranews.com, Bupati Ipuk, sapaan akrabnya, mengatakan sengaja melibatkan puluhan penjahit kampung untuk ikut memproduksi bendera Merah Putih.

“Jadi, peringatan kemerdekaan bukan hanya seremonial, tapi salah satunya kami konkretkan dengan memberdayakan ekonomi para penjahit di kampung-kampung,” ujarnya.

Selain mendapatkan honor dari jasa produksi bendera, para penjahit juga mendapatkan uang sewa dari mesin jahitnya yang dibawa ke tempat produksi.

“Kami sengaja tidak pesan bendera ke pabrikan konveksi besar, tapi ke penjahit di kampung-kampung agar ekonomi arus bawah terus bergerak. Ini adalah salah satu bentuk pemberdayaan UMKM untuk pemulihan ekonomi,” kata Ipuk.

Selain memberdayakan para penjahit kampung, Bupati Ipuk bersama forkopimda juga memborong bendera yang dijual sejumlah pedagang kaki lima di pinggir jalan.

“Bendera-bendera itu nanti dibagikan gratis. Ada yang dibagikan ke nelayan karena sebagian kemarin saya lihat bendera di perahunya sudah agak kusam. Juga dibagikan ke petani, warga di desa-desa, dan lain-lainnya,” imbuhnya.

Program pemberdayaan penjahit kampung dari Bupati Ipuk itu disambut antusias para penjahit. Dilansir dari timesindonesia.co.id, salah satu penjahit penyandang disabilitas bernama Supriyanto merasa terhormat bisa ikut dilibatkan menjahit bendera Merah Putih.

“Semoga nanti bendera yang saya buat bermanfaat dan membanggakan bagi yang memakainya nanti,” kata penjahit asal Kampung Bakungan, Glagah, tersebut.

Di acara pembuatan bendera itu, Supriyanto menargetkan bisa membuat 20 bendera. Sehari-hari Supriyanto menerima pesanan jahit di rumahnya.

“Saya terharu bisa diikutkan memproduksi bendera Merah Putih di momen menjelang peringatan hari kemerdekaan,” ujarnya.

Sementara itu, penjahit lainnya bernama Purwati juga mengungkapkan, event ini kali pertama terlibat dan seru sekali.

“Seru. Ini kali pertama ada pembuatan bendera serentak dan melibatkan banyak penjahit. Terima kasih, penjahit kecil seperti saya dilibatkan,” imbuh penjahit asal Kelurahan Giri yang tampak semringah mengapresiasi langkah Pemkab Banyuwangi.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Banyuwangi hari iniBendera Merah PutihBerita Banyuwangi hari iniBupati Banyuwangi Ipuk FiestiandaniHUT RI 77HUT RI Ke-76Pemberdayaan penjahit kampung di BanyuwangiPemkab BanyuwangiPenjahit kampungPenjahit kampung di BanyuwangiRayakan HUT RI
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Rakernas Apeksi XV. (Foto: Dok Pemkot Malang/Tugu Jatim)

Wali Kota Malang Sutiaji Hadiri Rakernas Apeksi XV Padang, Momentum Perjuangkan Isu Tenaga Honorer

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID