JEMBER, Tugujatim.id – Capaian PAD Jember 2024 mencatatkan angka Rp774,17 miliar, masih tertinggal dari proyeksi awal yang ditetapkan dalam anggaran sebesar Rp928,68 miliar. Pencapaian ini hanya merepresentasikan 83,36 persen dari rencana semula.
Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengkritisi capaian pendapatan daerah yang dinilai belum maksimal. Menurut Ardi, dalam Rapat Paripurna Bupati Fawait menyampaikan tingkat pencapaian PAD Jember 2024 masih di angka 70-80 persen.
Baca Juga: Tingkatkan PAD, Pemkab Jember Bakal Adopsi Yogyakarta Kelola Infrastruktur Digital dan Kelistrikan
“Kondisi ini bertentangan dengan komitmen kepala daerah untuk mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan,” kata Ardi ketika ditemui di gedung DPRD, Jumat (20/06/2025).
Politikus Partai Gerindra tersebut berencana mengundang badan pendapatan daerah untuk mengkaji potensi pemasukan dari setiap bidang. Ardi menduga terdapat hambatan yang dihadapi instansi-instansi penghasil pendapatan di daerah.
“Kami akan menganalisis data dan menggali informasi mengenai tantangan yang dialami masing-masing unit kerja,” terangnya.
Penurunan PAD Pasca Hapus Sistem Parkir Berlangganan
Sebagai ilustrasi, Ardi menyebutkan penurunan signifikan pendapatan dinas perhubungan setelah penghapusan sistem parkir berlangganan. Retribusi parkir yang sebelumnya menyumbang sekitar Rp20 miliar, mengalami kemerosotan drastis menjadi Rp1,3 miliar.
Ardi menekankan pentingnya terobosan kreatif di era efisiensi anggaran untuk mendongkrak pendapatan daerah.
“Diperlukan inovasi strategis agar target dapat terlampaui, mengingat PAD yang kuat akan mendorong akselerasi pembangunan. Tanpa sinergi yang baik, pencapaian PAD akan terus stagnan,” kata Ardi.
Dengan memasuki kuartal kedua tahun anggaran, Ardi mendesak penerapan strategi konkret untuk mengoptimalkan pendapatan daerah ke depan. Sementara itu, rekan separtainya di Komisi C, Edi Cahyo Purnomo, mengapresiasi arah kebijakan Bupati Gus Fawait namun menegaskan perlunya dukungan maksimal dari seluruh aparatur daerah.
“Konsep yang diusung pemimpin sudah tepat, namun implementasi di tingkat operasional harus sejalan. Jangan sampai ada ketidakseimbangan antara visi kepemimpinan dengan eksekusi di lapangan,” pungkas Edi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








