Bojonegoro, Tugujatim.id – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya, terus membuktikan diri sebagai gudang inovasi kuliner berbasis bahan lokal. Salah satu kreasi pangan yang kini naik daun dan menjadi primadona adalah Rengginang Singkong.
Penganan tradisional yang umumnya terbuat dari beras ketan ini berhasil bertransformasi dengan bahan dasar singkong, memberikan sentuhan rasa dan tekstur yang unik serta berbeda.
Rengginang Singkong, yang di beberapa wilayah dijuluki Rengginang Tela, merupakan hasil cerdas dari pemanfaatan komoditas pertanian yang melimpah di Bojonegoro. Daerah-daerah sentra penghasil singkong, seperti di kawasan Balen dan Sumber rejo, melihat singkong tidak hanya sebagai bahan baku pangan utama atau keripik, tetapi juga berpotensi tinggi menjadi camilan renyah yang bernilai jual.
Inovasi ini merefleksikan semangat kemandirian pangan lokal dengan mengangkat derajat bahan baku yang selama ini dianggap biasa.
Proses pengolahan Rengginang Singkong ini memerlukan ketelitian agar menghasilkan kerenyahan maksimal. Langkah awal dimulai dengan pemilihan singkong terbaik yang telah dipanen.
Singkong yang dikupas bersih kemudian dikukus hingga matang sempurna dan mudah dihaluskan. Setelah matang, singkong diangkat dan dihancurkan, namun penting untuk mempertahankan tekstur yang sedikit kasar.
Kehadiran serpihan singkong yang tidak terlalu lembut inilah yang menjadi kunci utama untuk menghasilkan kerenyahan yang khas setelah proses penggorengan.
Adonan singkong yang sudah dihaluskan kemudian dibumbui dengan rempah-rempah alami. Bawang putih yang dihaluskan, garam, dan sedikit bumbu penyedap tradisional ditambahkan untuk menciptakan cita rasa gurih yang dominan.
Beberapa produsen juga kerap menambahkan bahan pewarna alami, seperti sedikit kunyit, guna memberikan rona kuning cerah yang menarik pada rengginang. Seluruh adonan dicampur hingga merata dan homogen, memastikan bumbu meresap sempurna.
Tahap selanjutnya adalah pencetakan dan pengeringan, fase krusial dalam menentukan kualitas kerenyahan. Adonan rengginang singkong dicetak dalam bentuk bulat pipih, dengan ukuran yang mirip dengan rengginang beras ketan.
Setelah dicetak, rengginang mentah tersebut kemudian dijemur. Metode tradisional yang mengandalkan terik matahari selama dua hingga tiga hari mutlak diperlukan agar kandungan air benar benar hilang, membuat rengginang menjadi kering dan keras.
Dalam kondisi cuaca tak menentu, penggunaan alat pengering modern menjadi solusi untuk menjaga konsistensi kualitas produksi.
Rengginang Singkong memiliki karakteristik yang membedakannya dari rengginang ketan biasa. Saat dikonsumsi, teksturnya jauh lebih ringan dan ‘garing’. Perpaduan rasa gurih dari bumbu bawang dan rasa manis alami singkong menciptakan kombinasi rasa yang adiktif.
Camilan ini sangat serbaguna, cocok sebagai pendamping santai saat minum kopi atau teh, bahkan dapat dinikmati sebagai pelengkap hidangan utama.
Popularitas Rengginang Singkong tidak hanya terbatas di pasar Bojonegoro. Seiring berjalannya waktu, penganan ini mulai dikenal luas dan sering diburu oleh wisatawan sebagai oleh-oleh khas daerah. Perkembangan ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga turut serta menggerakkan roda ekonomi UMKM lokal yang berfokus pada pengolahan singkong.
Produk ini menunjukkan bahwa inovasi kreatif dalam pengolahan hasil pertanian mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan, mengubah komoditas sederhana menjadi produk unggulan yang membanggakan Bojonegoro.
Rengginang Singkong kini menjadi representasi nyata dari kekayaan kuliner dan semangat kewirausahaan masyarakat setempat.
Rengginang Singkong adalah inovasi kuliner khas Bojonegoro yang menggunakan singkong, atau tela, sebagai pengganti beras ketan. Kehadiran camilan ini didorong oleh melimpahnya hasil panen singkong di Bojonegoro dan keinginan untuk menciptakan produk bernilai tambah.
Proses pembuatannya meliputi pengukusan, penghalusan singkong hingga bertekstur kasar, pembumbuan dengan bawang putih dan garam, diikuti dengan pencetakan dan pengeringan. Pengeringan yang sempurna di bawah sinar matahari adalah rahasia utama menghasilkan kerenyahan yang khas.
Secara rasa, ia menawarkan perpaduan gurih dan manis alami. Teksturnya yang lebih ringan dan garing membedakannya dari rengginang ketan biasa.
Rengginang Singkong kini menjadi oleh-oleh favorit dan berperan penting dalam memberdayakan UMKM lokal, membuktikan potensi besar singkong sebagai bahan dasar camilan tradisional yang modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Fikri Azmy Fahrillah/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








