JEMBER, Tugujatim.id – Usai batal menggelar acara senam aerobik bersama emak-emak di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember karena dibubarkan oleh Kepala Desa (Kades) Antoni pada Jumat (4/10/2024), Cabup Jember Hendy Siswanto tidak berkampanye selama satu hari penuh.
Menurut Hendy, dibatalkan acara senam bersama emak-emak adalah hal yang biasa. Mengingat, kegiatan tersebut berlangsung di masa kampanye. Atas kejadian tersebut, Cabup Petahana itu menyerahkan terhadap regulasi yang ada.
“Regulasinya sudah ada tentang bagaimana pembubaran dan ini masa-masa kampanye hari ini, tentunya regulasi Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu, Red) KPU (Komisi Pemilihan Umum, Red) silakan menindaklanjuti hal itu,” ujar Cabup Hendy pada Minggu (6/10/2024) malam usai menghadiri acara bersama para anak muda yang merupakan generasi Y atau milenial dan generasi Z di salah satu cafe di Jember.
Lanjut Hendy, kejadian yang menimpa dirinya itu adalah hal yang biasa. Menurutnya, itu merupakan euforia-euforia demokrasi. “Satu pada saat itu terjadi ada pembubaran senam, saya hari itu tidak kampanye sama sekali selama satu hari full, saya pulang,” jelas Cabup Jember nomor urut satu itu..
Hal itu dilakukan, agar kondisi demokrasi di wilayah Kabupaten Jember kondusif. Tidak menyulut emosi para massa pendukung Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jember, Hendy-Firjaun.
“Kami punya massa banyak, jangan sampai pemimpin massanya ini membuat cara bermacam-macam, saya nggak mau,” tegasnya.
Kendati tidak melakukan kampanye, Cabup yang khas dengan tagline “Wes Wayahe” itu mengaku menghabiskan waktunya dengan istirahat dan membuat konsep-konsep yang akan diusungnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“Kita ingatkan lagi ke teman-teman, ayo teman-teman kita yang kondusif, buat apa saya ikut demokrasi buat Pilkada Jember tetapi berantakan, saya nggak mau,” pungkas Hendy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








