Review Film Hidden Figures, Perjuangan Melawan Diskriminatif 3 Perempuan Berkulit Hitam Bekerja untuk NASA

film Hidden Figures. (Foto Pinterest/Tugu Jatim)
Ilustrasi film Hidden Figures. (Foto Pinterest)

Tugujatim.id – Film Hidden Figures merupakan sebuah film drama biografi yang menceritakan tentang perjuangan 3 perempuan berkulit hitam yang menjadi kaum minoritas di AS. Film ini diperankan Goble Taraji P. Henson sebagai Katharine, Octavia Spencer sebagai Dorothy Vaughan, dan Janella Monae sebagai Mary Jackson.

Katharine di sini sebagai tokoh sentral, Mary sebagai seorang ahli teknik yang pernah ditolak menjadi teknisi di NASA, kecuali bila dia berhasil lulus di pendidikan tinggi yang dikhususkan bagi kulit putih. Sedangkan Dorothy yang memiliki peran sebagai pelaksana tugas supervisor atau pengawas dari area barat yang selalu tidak berhasil memperoleh jabatannya secara permanen karena alasan warna kulit, ketika AS sedang berpacu melawan Rusia untuk menempatkan seorang pria di luar angkasa. NASA pun menemukan bakat yang belum dimanfaatkan dari ketiga perempuan matematikawan keturunan Afrika-Amerika itu. Mereka bertiga berfungsi sebagai otak di balik salah satu operasi terbesar dalam sejarah AS.

Film Hidden Figures yang dirilis pada 2016 ini mendapatkan rating 7,8 dari 10 di IMDB. Hidden Figures disutradarai oleh seorang pembuat film terkenal, pemeran, serta pengarang yang berasal dari New York, Amerika Serikat, bernama Theodore Melfi.

Film itu bermula ketika Katharine kecil yang jenius karena mampu menyelesaikan soal persamaan Aritmatika Linear yang nyaris tidak dipahami oleh anak-anak seusianya pada saat itu. Kecerdasaannya yang cemerlang membuatnya mendapatkan beasiswa, dan dia juga diterima di NASA sebagai salah satu pegawai dalam area Barat lembaga Antariksawan tersebut.

Kemudian kesempatan datang kepada Katharine ketika kelompok kerja luar angkasa (yang melakukan perhitungan super-Njelemit bagi NASA), membutuhkan satu tenaga matematikawan andal. Lowongan tersebut juga dipicu oleh Rusia (yang saat itu menjadi Rival AS dalam “Space Race” atau perjuangan menuju ruang angkasa). Yang berhasil dengan sukses meluncurkan satelite pertamanya yang mengorbit bumi, keunggulan Rusia membuat pemerintahan AS menjadi lebih agresif dalam menyuruh Nasa mempercepat apa saja yang mereka kerjakan dan ketua kelompok kerja luar angkasa. Al Horrison (Kevin Costner) membutuhkan tambahan bantuan kerja. Kemudian Dorothy sebagai supervisor menunjuk Katharine yang memang berotak encer.

Pada saat itu Amerika Serikat masih menerapkan hukum Jim Crow yang memisahkan warga kulit putih dan kulit hitam masih berlaku. Katharine ternyata menjadi matematikawan pertama, baik sebagai perempuan maupun berkulit hitam, yang masuk ke dalam kelompok kerja tersebut.

Namun menjadi yang pertama bagi Katharine ternyata tidak mudah. Dan bahkan dia sering kali mendapat perlakuan diskriminatif yang didukung oleh iklim segregasi yang masih terasa saat itu.

Salah satu contohnya di bangunan kelompok kerja luar angkasa itu, ternyata tidak ada kamar mandi khusus, untuk kaum minoritas. Yang saat itu bahkan untuk WC juga masih harus dipisah antara kulit putih dan kulit hitam. Jadi, Katharine sehari-hari harus terpaksa berlari ke gedung Area Barat yang berjarak sekitar setengah mil jauhnya dari tempatnya bekerja. Hanya untuk bisa melakukan buang air, tentu sangat menguras jam kerja Katharine karena harus berjalan dan tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas sepeda.

Hingga pada suatu ketika ketua kelompok Kevin Costner bertanya pada Katharine “Ke mana saja dia pergi setiap hari”, Katharine menjawab dengan lantang “Tidak ada toilet, tidak ada toilet untuk kulit hitam di gedung ini, atau semua gedung di luar di kampus barat yang jaraknya 800 meter, kau tau itu?”, ketua kelompok kerja luar angkasa itu terdiam dan semua anggota yang ada dalam ruangan juga terdiam setelah mendengarkan Katharine. Dan aku tidak boleh memakai sepeda, Tuhan tahu bayaran orang kulit hitam tidak cukup beli mutiara.

Bisa dilihat film ini mampu membuat penonton hanyut dalam emosi karena ketiga tokoh utama ini sejatinya adalah kameo, dalam alur cerita yang besar. Orang-orang di dalam ruangan tersebut masih terdiam memperhatikan Katharine dengan segala rasa yang dipendam Katharine di dalam dadanya dan sebenarnya tidak ingin dilontarkan olehnya. Namun, tetap harus dia lanjutkan “saya bekerja seperti anjing, siang dan malam hidup dari kopi dari panci yang tidak pernah kalian sentuh’.

Katharine berteriak, kemudian dia segera keluar meninggalkan ruangan. Setelah Katharine pergi meninggalkan ruangan, ketua kelompok berjalan mendekati meja yang di atasnya terdapat panci kopi dan melepas tulisan yang tertempel pada panci yang bertuliskan kulit hitam.

Semua kesulitan yang dirasakan mereka di perusahaan NASA, dan harus memecahkan dan menemukan rumus matematika yang bisa digunakan dalam perlombaan tak resmi antarnegara adidaya soal pengiriman manusia terbang ke angkasa luar.

film Hidden Figures. (Foto Pinterest/Tugu Jatim)
Film Hidden Figures melawan diskriminasi. (Foto Pinterest/Tugu Jatim)

Dorothy sebagai ketua supervisor diam-diam berusaha mempelajari alat untuk menghitung perhitungan angkasa luar yang rusak. Beberapa kali Dorothy berusaha memperbaiki alat tersebut secara diam-diam ketika semua petugas sedang istirahat dan meninggalkan ruangan. Suatu ketika saat Dorothy sedang berusaha membenarkan alat tersebut dan ketahuan oleh petugas lain kemudian mengecek ternyata alat tersebut bisa digunakan kembali dan dia tidak jadi disidang.

Di sisi lain, Mary kelihatan masih berusaha bisa mendapat gelar di kampus yang mahasiswanya hanya orang-orang berkulit putih setelah berhasil masuk dengan melakukan beberapa kali lobi. Dia diterima masuk kuliah dengan mengikuti pelajaran hanya jam malam hingga lulus dan Mary berhasil menjadi bagian dari teknisi perempuan dan yang pertama berkulit hitam di NASA.

Setelah berhasil menghitung jumlah yang dibutuhkan untuk meluncurkan astronot, Jhon Glenn ke luar angkasa. Katharine diberitahu bahwa dia tidak lagi dibutuhkan di kelompok kerja luar angkasa. Pada hari keberangkatan Glenn untuk meluncur ke luar angkasa. Komputer IBM membuat kesalahan yang hanya bisa diselesaikan oleh Katharine.

Ketua kelompok kerja luar angkasa panik dan segera memanggil Katharine pada jam kesebelas dan perhitungan pada menit terakhir memastikan bahwa misi Glenn friendship 7 diluncurkan dan bisa mendarat dengan selamat.

Ending dari film ini memberikan gambaran sekilas tentang apa yang sudah mereka capai. Katharine akhirnya membuat perhitungan penting untuk misi Apollo 11 dan space shuttle. Dorothy akhirnya mendapat pekerjaan tetapnya sebagai pengawas kulit hitam pertama NASA, dan Mary akhirnya menjadi insinyur perempuan kulit hitam pertama NASA.

Sebuah perjuangan yang sangat luar biasa dari ketiga tokoh ini. Di mana mereka telah membuka persepsi orang-orang bahwa warna kulit saja tidak menjamin kesuksesan. Selain itu, dari film Hidden Figures ini dapat disimpulkan bahwa tidak penting dengan apa ras dan suku kita bisa menjadi apa yang diinginkan ketika mau dan berusaha, menghormati orang lain, maka kita juga akan dihormati.