TUBAN, Tugujatim.id – Penderita penyakit jantung jika ingin memasang ring atau stent jantung harus pergi jauh ke luar kota. Sebab, RSUD dr R. Koesma Tuban belum menerima layanan stent jantung untuk peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Padahal, RSUD dr Koesma Tuban telah membuka layanan Instalasi Diagnostik dan Intervensi Kardiovaskuler, Catheterization Laboratory (Cath Lab) atau kateterisasi jantung pada Oktober 2022. Namun, saat ini layanan tersebut sementara berlaku untuk pasien umum. Untuk pasien peserta BPJS belum bisa memanfaatkannya.
Direktur RSUD dr. R Koesma Tuban Masyhudi mengatakan, memang sementara ini RSUD belum bisa melayani stent jantung bagi peserta BPJS.
Namun, saat ini RSUD proses ingin membuka layanan tersebut. Sebab, pihaknya telah mengajukan ke BPJS pusat untuk membuka pelayanan stent jantung dan saat ini masih dalam proses verifikasi. Karena itu, pihaknya berharap bisa secepatnya mendapatkan persetujuan.
“Saat ini RSUD masih menunggu konfirmasi persetujuan dari BPJS pusat terkait layanan pasang ring jantung yang dicover BPJS Kesehatan,’’ ujarnya.
Ketika nantinya sudah mendapatkan persetujuan, dia melanjutkan, RSUD dipastikan akan bisa segera melayani stent jantung bagi peserta BPJS Kesehatan.
“Kami juga berharap, semoga masyarakat bisa segera terlayani,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Tuban Kaprawi mengatakan, layanan itu belum bisa digunakan di Tuban. Di RSUD Tuban belum tersedia.
Padahal, masyarakat khususnya lansia akan lebih mudah apabila dapat memanfaatkan penggunaan BPJS untuk stent jantung di Tuban. Sebab, jika di luar kota akan memakan banyak waktu dan biaya akomodasi.
“Awalnya layanan stent jantung belum tercover BPJS Kesehatan, tapi saat ini sudah tercover,” ujarnya.
Kaprawi berharap setelah ini bisa dibuka untuk layanan di Tuban. Tujuannya agar pasien tidak lagi keluar kota, itu pun hanya di kota tertentu.
‘’Karena untuk pelayanan stent jantung hanya bisa digunakan di rumah sakit tertentu saja seperti di Kota Surabaya,” bebernya.
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








