Roller Coaster BTS, dari Asrama Berderit ke Panggung Dunia

BTS awal debut sebelum menjadi artis dunia.
BTS awal debut sebelum menjadi artis dunia. (Foto: Pinterest)

Tugujatim.id – “Kami takut terjatuh, tapi kami tidak takut untuk mendarat. Karena jika mendarat darurat sekalipun, kami masih bisa untuk terbang lagi, bahkan meski tersesat, kita mendarat bukan terjatuh. Kita bisa bersiap lagi untuk lepas landas,” kutipan bijak Suga BTS sembari tersenyum lebar dalam sebuah wawancara.

Di tengah gejolak finansial agensi yang sedang tidak stabil, BTS (Bangtan Sonyoendan) mengawali jalan panjangnya di dunia entertainment Kore Selatan. 7 laki-laki bintang dunia itu mengeluarkan single debut dengan judul “No More Dream”.

Lagu itu berisikan kritik sosial rakyat Korea Selatan. Selain itu, juga sebagai representasi dari ekspektasi yang tinggi anak sekolah yang mengalami jeritan batin karena beban belajar yang terlalu berat. 

Tahun 2013 adalah masa yang menyedihkan bagi BTS. Konser hingga album yang dibagikan gratis tak membuat mereka dilirik sejenak pun oleh penikmat musik Korea Selatan. 

Namun, api semangat tak pernah padam di dada mereka. Gebrakan baru terus dilakukan. Tapi bagai masuk ke dalam jurang labirin, sulit rasanya bagi mereka menemukan jalan ke luar. Album baru yang diluncurkan tak ada kabar di angan kepopularitasan.

Mereka hidup bersama dalam dorm atau asrama kecil yang menyesakkan, ranjang susun yang berderit setiap malam tak menyurutkan ruang gerak mereka. Sederhana dan kompak adalah kata yang menggambarkan mereka.

Namun tak lama kemudian, roda mulai berputar. Cahaya kesuksesan mereka mulai menampak. Semua diawali dari album Dark & Wild dan Tur di Jepang bertajuk Wake Up: Open Your Eyes.

Karya itu membuka jalan baru bagi 7 pemuda itu. The Most Beautiful Moment in Life: Young Forever adalah bukti ketidakputusasaan mereka untuk meraih popularitas. Seperti arti namanya, sekumpulan lelaki yang anti peluru, mereka berhasil tetap berdiri tegak di tengah tuntutan palsu plagiarisme hingga manipulasi tangga lagu. 

Akhir tahun 2015 membawa tangis haru bagi 7 pemuda hebat itu. Mereka meraih 3 penghargaan, yaitu World Rookie Award Gaon Chart Music Awards, Disk Bonsang Golden Disc Awards, dan Best World Performer Mnet Asian Music Awards.

Agensi BTS membuat strategi baru, music video yang penuh teori dan teka teki menjadi senjata utama. Army, sebutan untuk fans BTS, penasaran sehingga mengait-ngaitkan teori yang ada di kepala mereka.  

Buah dari kerja keras itu disambut publik, lagu “Dope” berhasil membawa BTS di posisi ketiga dalam Billboard’s World Digital Chart dan tampil eksklusif di Billboard studios hingga terpilih sebagai tourism ambassador Seoul. Hasil dai itu, devisa Korea Selatan naik karena 7 cowok tampan ini. 

Pariwisata, kuliner, budaya, hingga bahasa berhasil menjadi daya tarik dengan dalih “ingin seperti BTS.”

Kemudian, Wings, album baru, yang diluncurkan pada tahun 2016 juga sukses besar dan langsung menduduki posisi puncak billboard sekaligus berhasil membuka pandangan baru dengan tur dunia. 

Ratusan ribu penononton berhasil digaetnya. Tak hanya itu, pakaian, perkataan bahkan perbuatan yang dilakukan BTS pasti menjadi tren. Tak heran jika BTS digandeng artis-artis luar biasa dunia seperti Halsey, Steve Aoki, hingga Coldplay. 

Tak sampai di situ, dengan kebaikan hati, kemurnian, hingga aksi sosial, dan power yang dimiliki, 7 pemuda tampan itu berhasil membuat  UNICEF dan PBB tergerak untuk menggandengnya  mengampanyekan “Love MySelf” sesuai lagu yang mereka miliki.