JAKARTA, Tugujatim.id – Saham Hyundai Motor India diduga mengalami penurunan signifikan hingga 6 persen pada debutnya di bursa saham. Meski sempat mencetak rekor dengan Initial Public Offering (IPO) yang besar, harga penawaran saham perusahaan ini ternyata tidak mendapat respons positif dari investor di India.
Mengutip dari Reuters, saham Hyundai saat ini diperdagangkan pada 1.934 Rupee (sekitar Rp357.944), lebih rendah dari harga penawaran sebesar 1.960 Rupee. Padahal, IPO Hyundai memberikan valuasi sebesar 1,53 triliun Rupee (sekitar Rp282 triliun).
Hyundai yang merupakan produsen mobil terbesar kedua di India dengan pangsa pasar 15 persen, menargetkan keuntungan senilai US$ 19 miliar dari IPO ini. Bahkan, IPO tersebut berhasil menarik dana sebesar US$ 3,3 miliar dengan permintaan dua kali lipat lebih tinggi dibanding minggu sebelumnya, dipimpin oleh investor institusional.
Baca Juga: Kebobolan di Menit Awal, Lille Berhasil Membalikkan Keadaan dengan Skor Telak Lawan Atletico
Namun, harga yang ditawarkan membuat investor ritel khawatir tidak akan mendapatkan keuntungan signifikan dari pencatatan saham ini. Salah satu faktor yang memengaruhi kekhawatiran ini adalah ketidakpastian ekonomi yang sedang terjadi, terutama inflasi yang terus membayangi perekonomian India.
“Saham-saham kompetitor Hyundai di India tergelincir selama beberapa minggu terakhir karena penjualan mobil yang ikut melambat usai 2 tahun mendapat rekor tertinggi. Hal ini terjadi karena konsumen khawatir terhadap inflasi,” ungkap salah satu laporan yang dikutip pada Kamis (24/10/2024).
Baca Juga: Wabah E. Coli Hantam Saham McDonald’s, Diduga Turun Hampir 6%
Perlambatan penjualan mobil ini menunjukkan dampak dari meningkatnya harga barang dan kebutuhan pokok yang membuat konsumen semakin berhati-hati dalam pengeluaran besar seperti membeli mobil. Kekhawatiran ini pun dirasakan oleh para investor ritel yang tidak ingin mengambil risiko.
Meski begitu, Hyundai tetap menjadi pemain penting di pasar otomotif India.
“Hyundai adalah produsen mobil terbesar ke-2 di India dengan pangsa pasar sebanyak 15 persen dan menargetkan keuntungan US$ 19 miliar lewat IPO,” kata salah satu analis industri.
Namun, ketidakpastian ekonomi tampaknya memengaruhi sentimen pasar, termasuk di kalangan investor saham. Hyundai tetap menjadi raksasa industri otomotif di India, tetapi tantangan ekonomi global dan domestik jelas berdampak pada performa pasar sahamnya, setidaknya dalam jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Bintang Virgiawan/Magang
Editor: Dwi Lindawati








