MOJOKERTO, Tugujatim.id – Satreskrim Polres Mojokerto memberi konfirmasi soal kabar tewasnya santriwati Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, diduga bunuh diri. Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama menjelaskan bahwa polisi sudah menindaklanjuti, meliputi memanggil beberapa saksi sekaligus menerima laporan.
“Memang ada kejadian santriwati yang melompat dari jendela. Dari lantai tiga. Beberapa saksi juga kami mintai keterangan. Jadi benar bahwa kejadian tersebut benar adanya,” ujar AKP Nova, Selasa (06/08/2024).
AKP Nova melanjutkan, santriwati yang belakangan diketahui berasal dari Malang itu dikabarkan tidak kerasan tinggal di pondok. Bahkan, santriwati tersebut sudah beberapa kali curhat ke teman-temannya bahwa dirinya sudah tidak kerasan lagi.
Baca Juga: Mahasiswa Unim Mojokerto Coaching Clinic Demi Sukses P2MW Kemendikbudristek
“Ada upaya lain pula, seperti mengonsumsi obat-obatan tertentu, namun dihalang-halangi oleh temannya. Berdasarkan keterangan yang kami gali. Jadi ada indikasi yang mengarah ke percobaan untuk mengakhiri hidup,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan polisi, santriwati tersebut dilaporkan terjun dari lantai 3 diduga bunuh diri. Posisi jatuh santriwati membuatnya meninggal seketika di tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu jatuh dari lantai 3, korban mengalami kritis. Korban menderita luka pada bagian kepala. Tidak ditemukan pula tanda-tanda kekerasan yang lain,” ujar AKP Nova.
Sementara itu, AKP Nova mengatakan, pihak keluarga korban mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren.
“Sudah kami mintai keterangan juga dari pihak keluarga korban. Kami akan tindak lanjuti lagi termasuk apakah sudah ada surat pernyataan tentang menerima keadaan yang terjadi atau belum,” ungkapnya.
Sumber internal Tugu Jatim juga menambahkan bahwa memang benar terdapat santriwati yang meninggal dunia. Namun, menurut sumber tersebut, santriwati yang dimaksud meninggal dunia karena kecelakaan.
“Benar memang ada santri yang meninggal dunia, namun karena kecelakaan. Kemudian korban terbentur tembok penahan tanah (TPT). Karena kerasnya TPT akhirnya meninggal dunia,” bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








