TUBAN, Tugujatim.id – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali terasa di Kabupaten Tuban. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar santunan bagi 2.000 anak yatim yang berasal dari berbagai desa dan kelurahan di wilayah setempat.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu turut dihadiri Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, jajaran BAZNAS pusat, provinsi hingga kabupaten, serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Lindra itu menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bagaimana zakat mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Hari ini kita tidak sekadar menghadiri sebuah seremoni. Kita sedang menyaksikan bagaimana zakat bekerja—mengalir dari tangan-tangan yang ikhlas, lalu berubah menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Ketua DPD Partai Golkar ini menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung penguatan pengelolaan zakat di daerah, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, sinergi tersebut membuat pengelolaan zakat di Kabupaten Tuban semakin profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat.
“Hari ini kita menyalurkan santunan kepada kurang lebih 2.000 anak yatim. Masing-masing menerima bantuan sekitar Rp300 ribu,” terangnya.
Bantuan tersebut terdiri dari dua bentuk. Sebagian dana sebesar Rp150 ribu disimpan dalam rekening perbankan bekerja sama dengan Bank Jatim sebagai tabungan pendidikan. Sementara sisanya diberikan dalam bentuk perlengkapan, makanan ringan, hingga bantuan transportasi.
Ia menjelaskan, program ini juga dirancang dengan kebijakan tertentu agar manfaatnya lebih berkelanjutan. Misalnya, penerima dari tingkat SD diprioritaskan kelas 6, tingkat SMP kelas 1, serta SMA kelas 1.

bersama Pimpinan Baznas RI dan Pejabat Utama Pemprov Jatim meresmikan Kantor Baznas Tuban. Foto dok. istimewa
“Kita batasi usia agar bantuan ini benar-benar menjadi tabungan pendidikan sampai mereka lulus nanti,” jelasnya.
Program santunan ini menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tuban yang terdiri dari 20 kecamatan dan 328 desa/kelurahan.
Selain penyaluran santunan, pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian dua fasilitas baru yang diharapkan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Pertama, peresmian Gedung BAZNAS Kabupaten Tuban yang dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tuban Tahun 2025. Gedung tiga lantai tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan zakat yang modern dan akuntabel.
“Gedung ini kita harapkan menjadi rumah amanah, tempat kepercayaan masyarakat dijaga dan dikembalikan dalam bentuk kemanfaatan nyata,” ungkap Lindra.
Fasilitas kedua yang turut diresmikan adalah Puskesmas Merakurak yang kini telah berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah, setelah sebelumnya menggunakan tanah desa.
Pemkab Tuban berharap fasilitas kesehatan tersebut dapat meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lindra juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pimpinan BUMN, perbankan, dan pelaku usaha di Kabupaten Tuban untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Ia menyebut, partisipasi berbagai pihak merupakan kunci agar zakat mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
“Zakat bukan hanya santunan. Ada program kesehatan, pendidikan, bedah rumah hingga pemberdayaan masyarakat yang semuanya dikolaborasikan,” jelasnya.
Menurut Lindra, jika dikelola secara profesional dan transparan, zakat tidak hanya membantu individu, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
“Dari Tuban kita ingin membuktikan bahwa zakat yang dikelola secara baik benar-benar mampu menguatkan Indonesia,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








