TUBAN, Tugujatim.id – Beredar video menunjukkan keriuhan di Pasar Hewan Jatirogo, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat (24/2/2023). Tampak beberapa truk mengangkut sapi keluar pasar. Video itu diduga imbas dari penutupan pasar akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tuban.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban, Pipin Diah Larasati menjelaskan bahwa pasar hewan tak ditutup. Namun ada pembatasan lalu lintas ternak. Di mana sapi yang boleh masuk pasar hanya sapi yang sudah vaksin, ditandai dengan tanda khusus pada telinga hewan atau surat keterangan vaksin.
“Tidak ada. Itu hanya pembatasan saja. Tentunya untuk pengendalian. Yang boleh masuk sudah vaksin,” terangnya, pada Sabtu (25/2/2023).
Kata dia, sosialisasi pembatasan lalu lintas ternak itu sudah dilakukan sejak lama, sejak pembukaan pasar. Namun banyak pedagang yang menolak. “Sudah kita sosialisasikan. Yang boleh itu kriteria gimana dan lain sebagainya,” terangnya.
Kata dia, pembatasan itu guna menyadarkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi PMK guna mengendalikan PMK. Terlebih, penyakit cacar LSD juga telah masuk ke wilayah Tuban.
“Pastinya kerugian peternak akan makin tinggi jika tidak dilakukan pembatasan lalu lintas ternak,” jelasnya.
Kata dia, pembatasan prioritas dilakukan di Pasar Jatirogo karena analisa resiko tertinggi, di mana berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. “Betul, karena Pasar jatirogo berbatasan dengan Provinsi Jateng. Hampir tanpa batas,” katanya.
Sementara itu, pedagang sapi asal Blora, Winoto mengaku belum mendapat pemberitahuan sebelumnya. Tiba-tiba saat sampai pasar, dia tidak bokeh masuk karena sapinya belum vaksin. “Tidak ada. Kecewanya sudah terlanjur sampai. Mau niat jualan tidak boleh masuk. Pastinya sudah rugi ongkos dan lainnya,” ucapnya, pada Sabtu (25/2/2023).







