• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kecerdasan buatan tugu jatim

Dr Sakban Rosidi mengisi Sekolah Penelitian di Graha Nuswantara, pada Jumat (10/2/2023). Foto: dok Sakban Rosidi

Pakar Pendidikan Sebut Kecerdasan Buatan Tak Selalu Berdampak Buruk

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence dari tahun ke tahun mengalami perkembangan masif. Perusahaan besar teknologi berlomba-loma meluncurkannya, OpenAI dengan ChatGPT, Google menjagokan Bard, serta Microsoft dengan Sydney-nya.

Kemunculan mereka yang hadir dengan beragam fitur, fungsi, serta tampilan semakin berdampak terhadap banyak aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dunia pendidikan.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Meski demikian, perkembangan kecerdasan buatan bak dua sisi mata uang; ada yang menyambut baik, ada pula yang beranggapan buruk.

Pakar pendidikan asal Malang, Dr Sakban Rosidi MSi memandang bahwa kehadiran kecerdasan buatan tak selalu berdampak buruk.

Dia mengatakan bahwa kecerdasan buatan bisa menjadi rekan yang berperan memberi masukan persiapan awal masuk kelas. “Menurut saya, ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang akan masuk kelas. Diskusi di kelas dan praktiknya akan menjadi sangat fruitful sekaligus melakukan koreksi bila terjadi kesalahan,” ucapnya.

Masih menurut Sakban, tak hanya memberi masukan untuk masuk kelas pembelajaran, kecerdasan buatan dapat memberi saran pemilihan jurusan untuk kuliah. “Dari mini riset saya, seperti kau lihat, chat ini juga lumayan cakap untuk menjadi konselor dalam rangka penjurusan dan memilih proram studi,” imbuh pria kelahiran Kediri itu.

Meski demikian, diakui Sakban, kecerdasan buatan masih menyisakan kelemahan. Terlebih ketika mendapat pertanyaan yang sifatnya eksplorasi. “Kalau pertanyaannya eksplorasi, apalagi meminta evaluasi, ia akan kebingungan. Jawabannya sangat ngambang, dan senantiasa mengembalikan kepada yang bertanya,” ucapnya.

Sementara untuk pertanyaan investigatif, temuan Sakban menunjukkan kecerdasan buatan lumayan bagus melakukan perbandingan. “Untuk pertanyaan investigatif, lumayan bagus dalam melakukan perbandingan dan dialektika. Justifikasinya juga lumayan (kasus Thurstone, Guilford, dan Cronbach),” ujarnya.

Lalu, kata dia, untuk pertanyaan yang meminta penjelasan lebih spesifik seperti pertanyaan tentang DAT, jawaban yang diberikan sangat menyenangkan.

“Problema kita ke depan adalah kesanggupan bermitra dan berpasangan dengan mesin pintar. Manusia harus menguatkan sisi kreatif, intuitif, empatik, dan afektif,” tutup pria yang sudah menggunakan komputer sejak 1983 itu.

Tags: kecerdasan buatanMojokertopakar pendidikan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
rsu wajak husada tugu jatim

Tips Meraih Kesuksesan ala Founder RSU Wajak Husada Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID