Satpam Perumahan di Kota Malang Ditemukan Meninggal di Pos Jaga - Tugujatim.id

Satpam Perumahan di Kota Malang Ditemukan Meninggal di Pos Jaga

  • Bagikan
Jajaran petugas kepolisian dan PMI saat mengevakuasi satpam perumahan yang ditemukan meninggal di pos jaga. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Jajaran petugas kepolisian dan PMI saat mengevakuasi satpam perumahan yang ditemukan meninggal di pos jaga. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Seorang satpam perumahan di Perum Taman Agung, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Agus Suhartono, ditemukan meninggal di sebuah pos jaga oleh warga, Kamis (5/8/2021) pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB.

Hal tersebut pertama kali diketahui oleh Yulias (30) warga perumahan yang hendak mematikan lampu taman pada Kamis (5/8/2021) pagi tadi. Mengetahui lampu yang masih menyala, ia segera menuju pos satpam dan melihat pintu pos satpam dalam keadaan terbuka.

Betapa terkejutnya waktu itu, ia menemukan Agus Suhartono, satpam perumahan yang telah meninggal dunia dengan kondisi telentang di pos penjagaan.

“Saksi melihat korban tertidur terlentang tersandar di bangku, karena terlihat muka pucat pasi, saksi/pelapor berusaha membangunkan korban dan memanggil warga sekitar. Namun, warga sekitar pos satpam tidak berani mendekat saat diketahui korban sudah meninggal dunia, selanjutnya melaporkan kejadian ke pihak kepolisian,” terang Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi.

Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian menghubungi keluarga korban yang berada di Kelurahan Tambaksari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Bukan Covid-19, Hasil Swab Negatif

Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban meninggal bukan karena Covid-19. Hal tersebut diketahui berdasar swab tes yang menunjukkan hasil negatif.

“Korban dibawa ke RS Saiful Anwar. Kami juga sudah meminta hasil swab di puskesmas dengan hasil negatif. Selain itu juga tidak ditemukan bukti kekerasan. Kemungkinan karena serangan jantung atau angin duduk,” tandasnya.

“Pihak keluarga korban juga menolak dilakukan autopisi, membuat surat pernyataan tidak menuntut siapapun. Oleh karena itu jenazah diserahkan kepada keluarga,” pungkasnya.

  • Bagikan