JOMBANG, Tugujatim.id – Terletak di pusat kota ternyata tidak membuat sebuah sekolah populer. SDN Mojongapit 3 yang berada Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, justru cuma menerima satu murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Plt Kepala SDN Mojongapit 3 Ni’matur Rohmah membenarkan kondisi ini saat ditemui pada Selasa (14/07/2026). Dia menjelaskan bahwa penurunan jumlah pendaftar tahun ini memang cukup mencolok dibandingkan jumlah lulusan tahun sebelumnya.
Baca Juga: 29 SDN di Kota Malang Kekurangan Murid, Ini Penjelasan Disdikbud
“Tahun ini jumlah pendaftar memang mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun lalu,” kata dia.
Pada tahun ajaran kemarin, sebanyak 19 siswa kelas 6 baru saja menamatkan pendidikan mereka. Dengan hanya tambahan satu murid baru, SDN Mojongapit 3 sekarang total cuma memiliki 39 peserta didik, angka terendah sepanjang sejarah berdirinya sekolah tersebut.
Krisis Guru Jadi Biang Keladi
Rendahnya minat orang tua mendaftarkan anak ke SDN Mojongapit 3 rupanya tak lepas dari persoalan keterbatasan tenaga pengajar yang sempat dialami sekolah pada tahun ajaran sebelumnya. Banyak orang tua yang akhirnya mengurungkan niat mereka karena khawatir dengan kualitas pembelajaran untuk anak mereka.
“Setelah melakukan evaluasi bersama para wali murid, banyak orang tua yang menyampaikan kekhawatiran mereka. Mereka khawatir buah hatinya tidak mendapatkan pembelajaran yang maksimal akibat kurangnya tenaga pendidik yang tersedia,” ungkap Ni’matur.
Pada tahun ajaran 2025/2026 kemarin, sekolah ini memang hanya mengandalkan dua guru kelas untuk menangani seluruh siswa. Situasi tersebut memaksa guru mata pelajaran lain untuk merangkap tugas mengajar di kelas, bahkan beberapa rombongan belajar terpaksa digabung.
Kabar baiknya, memasuki tahun ajaran 2026/2027 ini, situasi mulai menunjukkan perbaikan. SDN Mojongapit 3 kini mendapatkan tambahan tiga guru baru, sehingga total tenaga pengajar kelas yang dimiliki bertambah menjadi lima orang.
“Meski demikian, sekolah masih membutuhkan satu guru kelas tambahan agar jumlah tenaga pendidik benar-benar ideal dan merata di setiap tingkatan,” tambah dia.
Pendidikan Siswa Prioritas Utama
Menariknya, satu-satunya murid baru tersebut, Yoga Pratama, bukan berasal dari warga sekitar, melainkan keluarga pendatang dari Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Sang ibu memutuskan pindah ke Jombang untuk mencari nafkah setelah suaminya berpulang.
Ni’matur menuturkan bahwa kakak Yoga lebih dulu pindah sekolah ke kelas empat, dan kepindahan seluruh keluarga ke Jombang juga berkaitan dengan status Yoga sebagai anak yatim setelah ayahnya meninggal dunia.
“Meski cuma satu, pihak sekolah tetap akan memperhatikan kebutuhan belajarnya. Sekolah telah menyiapkan skema pembelajaran khusus dengan pendampingan yang lebih intensif,” tegas dia.
Baca Juga: Tak Ada Siswa Baru, 3 SD Negeri di Blitar Terancam Dilebur
Agar sang anak tetap bisa bersosialisasi dan tidak merasa terisolasi, dia juga dijadwalkan untuk mengikuti kegiatan belajar bersama teman-teman dari kelas lain pada waktu-waktu tertentu. Dengan cara ini, meski secara jumlah minim, interaksi sosial dan pengalaman belajarnya tetap terjaga.
Pihak sekolah pun berharap ke depannya jumlah peserta didik baru yang mendaftar bisa kembali meningkat pada tahun ajaran berikutnya, seiring membaiknya kondisi tenaga pengajar di sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Anang Panca Kurniawan
Editor: Dwi Lindawati







