• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Patung Gajah Bolong yang berada di Bojonegoro dan mengandung nilai sejarah. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Patung Gajah Bolong yang berada di Bojonegoro dan mengandung nilai sejarah. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Sejarah Nama Jalan Gajah Bolong di Bojonegoro: Lubang Gaib Sebesar Gajah

Penamaan Gajah Bolong Sendiri Memiliki 2 Versi Sejarah

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Sastra & Budaya, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Ada dua versi sejarah terbentuknya nama Gajah Bolong, sebuah nama jalan yang berada tepat di Dusun Mongkrong, Kecamatan Baureno Bojonegoro yang belum diketahui banyak orang.

Nama Gajah Bolong awalnya diambil dari sebuah mitos lubang sebesar gajah dewasa, yang digunakan sebagai perjalanan gaib. Lubang tersebut membentang sepanjang kurang lebih 70 meter di bawah tanah kosong (yang sekarang menjadi Taman Gajah Bolong) menuju sendang (yang sekarang adalah Kantor Kecamatan Baureno). Kedua tempat tersebut hanya terpisah jalan raya Babat-Bojonegoro.

You might also like

Tempat jogging Surabaya

12 Tempat Jogging Surabaya Favorit Warga dengan Udara Sejuk

21/07/2026 2:39 PM
Wisata Jombang

12 Tempat Wisata Jombang yang Cocok untuk Liburan Murah

21/07/2026 11:00 AM

Dulunya sendang tersebut digunakan warga sekitar untuk nyawiji ing pangeran atau biasa disebut dengan nyadran.

“Kecamatan itu dulunya sendang (kolam perairan di tengah pegunungan, red) dan ada kuburannya juga.. Di situ dulu dipakai acara nyawiji ing pangeran alias nyadran,” ujar Abdul Rahman selaku pengurus RT Desa Mongkrong, Kecamatan Baureno Bojonegoro, saat ditemui Tugu Jatim Rabu (27/01/2021) lalu.

Konon katanya lubang tersebut nyata adanya namun hanya digunakan sebagai perjalanan gaib. Perlu diketahui, di bawah Kantor Kecamatan Baureno hingga saat ini diyakini masih ada air yang mengalir seperti sebuah sendang.

Versi Patung Gajah Berlubang yang Ditembak Penjajah

Versi kedua yaitu mengenai patung gajah yang berada di depan rumah tua berpagar hijau menghadap ke selatan, yang berada tepat di sebelah barat Perempatan Gajah Bolong, Dusun Mongkrong, Kecamatan Baureno Bojonegoro.

Patung tersebut dibangun oleh seseorang bernama Mbah Sudjono (Alm) yang juga merupakan pemilik rumah dengan arsitektur kuno itu. Konon ketika ada perang agresi militer Belanda, patung gajah itu ditembak oleh para penjajah Belanda sehingga patungnya bolong atau berlubang.

“Patung itu dibangun sejak zaman Belanda, pernah kena mortir akhirnya bolong, itulah kenapa dibilang Gajah Bolong,” ungkap Abdul Rahman.

Dari beberapa mitos mengenai sejarah terciptanya nama Gajah Bolong tersebut Abdul Rahman mengatakan semua tergantung kepercayaan masing-masing individu.

“Lubang sebesar gajah itu merupakan mitos atau legenda yang versi ghoibnya, nah kalau gajah itu versi nyatanya, terserah setiap orang mau percaya yang mana,” tuturnya.

“Pak Sudjono bangun patung gajah itu biar ikonnya orang tidak melenceng, maksudnya biar tidak berfikiran negatif,” tambahnya.

Patung Gajah Bolong itu mampu melintas zaman. Sejak zaman kolonial Belanda hingga saat ini masih berdiri kokoh. Generasi saat ini bisa melihat dan mencermati adanya sejarah pergolakan dengan Belanda, di kawasan Kecamatan Baureno.

Sejarah Dusun Mongkrong

Selain itu ada mitos penamaan Dusun Mongkrong berawal dari jaman penjajahan, ada seorang selir atau istri seorang penjajah Belanda yang di hakimi kemudian dikubur berdiri.

“Dulu itu ada selirnya kompeni, orang pribumi di selir (diperistri) sama orang Belanda, terus sama warga setempat itu dihakimi, dikuburnya secara berdiri terus dia tertimpa tanah akhirnya terkubur dalam keadaan tubuh jongkok atau dalam bahasa jawa disebut mongkrong, akhirnya dinamakan Dusun Mongkrong,” jelas Abdul Rahman.

Terakhir, ia berharap agar mitos-mitos yang beredar di masyarakat bisa tergali dengan benar agar tidak menimbulkan fikiran-fikiran negatif.

“Semoga nanti kedepannya mitos-mitos bisa tergali pelan-pelan, bisa meluruskan hal-hal yang dianggap mitos,” pungkasnya. (Mila Arinda/gg)

Taman Gajah Bolong, Ruang Terbuka Hijau Baru Milik Warga Bojonegoro

Tags: BojonegoroKabupaten BojonegoroSejarah
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Tempat jogging Surabaya

12 Tempat Jogging Surabaya Favorit Warga dengan Udara Sejuk

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 2:39 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Mencari tempat jogging Surabaya yang nyaman dengan udara sejuk kini bisa kamu dapatkan dengan mudah. Yuk simak!...

Wisata Jombang

12 Tempat Wisata Jombang yang Cocok untuk Liburan Murah

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:00 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Kabupaten Jombang tidak hanya dikenal sebagai Kota Santri, tetapi juga memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk...

Jatim Park Group.

Liburan Lebih Hemat! Promo Spesial Tiket Online Jatim Park Group Berlaku hingga 26 Juli 2026

by Dwi Linda
21/07/2026 2:37 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Jatim Park Group kembali menghadirkan promo spesial bagi wisatawan melalui program "Gratis Masuknya, Liburan Hemat" yang berlaku...

Jatim Park.

Dark Ride Mystery of Dungeon Jatim Park 1 Batu, Sensasi Jelajahi Lorong Misterius dengan Efek Visual Spektakuler

by Dwi Linda
20/07/2026 3:10 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Atraksi seru yang beragam dimiliki Jatim Park 1, Kota Batu, terdapat sebuah wahana yang menghadirkan pengalaman berbeda...

Next Post
Film Sang Pencerah merupakan film yang berkisah tentang KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah. (Foto: Dokumen.IMDb) rekomendasi film islam sejarah

5 Film Indonesia Terbaik Tentang Sejarah dan Peradaban Islam

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID