MOJOKERTO, Tugujatim.id – Akademi Pickleball CSPRO tidak lepas dari tangan dingin pria asal Mojokerto, Prof Susilo. Warga asal Kebondalem Mojokerto ini termasuk sosok yang pertama kali membawa olahraga pickleball ke Indonesia.
“Dulu saya atlet bola voli. Lalu sejak 2019 lalu olahraga pickleball saya bawa ke sini. Saya juga mendirikan CS Caffee Pickleball Center di Sumbertanggul Mojosari,” terang sosok yang juga berprofesi sebagai dosen di UNJ ini.
Perjalanan Prof Susilo membawa dan mengenalkan pickleball bukan tanpa tantangan. Selain masih kinyis-kinyis alias belum banyak dikenali, olahraga pickleball juga dibawa oleh Prof Susilo dengan merogoh biaya pribadi.
“Saya investasi sendiri untuk pickleball. Full semua dari biaya pribadi. Sebab dalam olahraga yang paling penting itu tentang pembinaan atlet,” imbuh Sekjen Indonesia Pickleball Federation (IPF) ini.
Untuk itu Prof Susilo bersama pengurus pickleball menggulirkan kompetisi jenjang SD atau MI se-Kabupaten Mojokerto. Bibit talenta muda, bagi Prof Susilo, perlu dipantau sejak usia sekolah.
“Itu alasan kami melaksanakan kompetisi untuk jenjang sekolah dasar. Semua digelar dari biaya sendiri, karena niatnya untuk mengembangkan dan mencari atlet potensial sejak usia dini,” sambung Susilo.
Walau olahraga pickleball masih terbilang baru, ternyata sudah terlihat torehan prestasinya. Seperti pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Malang Raya 2025 lalu. Torehan 5 medali yang terdiri dari 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu menjadi catatan manis.
“Ini menjadi bukti bahwa banyak atlet potensial di Mojokerto. Nah agar potensi itu semakin maksimal harus ada pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan,” urai Prof Susilo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








