• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kasus stunting di Kota Surabaya. (Foto: dok Humas DP3A-PPKB Kota Surabaya/Tugu Jatim)

Petugas DP3A-PPKB Kota Surabaya bersama puskesmas ketika memeriksa balita. (Foto: dok Humas DP3A-PPKB Kota Surabaya)

Selama Dua Tahun, 11.000 Kasus Stunting di Kota Surabaya Turun Drastis

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Kesehatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemkot sukses menurunkan angka kasus stunting di Kota Surabaya hingga 11 ribu. Tentu saja, pencapaian ini dilakukan dengan berbagai penanganan. Mulai dari sosialisasi hingga penyediaan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di puskesmas.

Pada 2020, tercatat ada sekitar 12.788 kasus stunting di Kota Surabaya periode Februari. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya Tomi Ardyanto mengatakan, pihaknya memberikan tablet tambah darah (TTD) secara rutin seminggu sekali kepada remaja putri di sekolah.

You might also like

Makanan tinggi protein.

Anak Kos Wajib Stok! 8 Makanan Tinggi Protein yang Awet dan Murah

15/07/2026 9:27 AM
Kasus TBC.

1.289 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Malang, Pemkab Perkuat Skrining AI Percepat Deteksi Dini

04/07/2026 1:13 PM

“Untuk TTD, kami beri seminggu sekali secara rutin kepada remaja putri di sekolah-sekolah di Kota Surabaya, TTD tersebut visa diambil ke puskesmas di seluruh wilayah Kota Surabaya. Juga dilakukan sosialisasi oleh Dinkes Kota Surabaya,” katanya saat dikonfirmasi pada Rabu (30/11/2022).

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Surabaya tersebut menerangkan, pemkot juga melakukan sosialisasi kepada calon pengantin (catin) melalui program Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) (Penari Tampat). Catin akan mendapatkan beberapa pelayanan, mulai dari pelayanan gizi dan kesehatan hingga konseling.

Program itu dilakukan pemkot dengan menggandeng Tim Pendamping Keluarga (TPK) guna penyuluhan dan pemantauan kesehatan pada sasaran yang berisiko stunting.

“Ada pula pemberian Taburan Ceria (Taburia) multivitamin dan mineral untuk balita, memberikan menu sehat pada ibu balita, serta mempraktikkan demo memasak makanan sehat. Pak Wali Kota juga ada program pemberian permakanan stunting, Kampung ASI, Jago Ceting yang digerakkan bersama PKK dan lintas sektor, imunisasi, aksi konvergensi penanganan stunting dan masih banyak lainnya,” jelasnya.

Dengan berbagai program itu, pemkot berhasil mengurangi kasus stunting di Kota Surabaya. Dari semula 12.788 pada 2020, menjadi 6.722 balita. Bahkan per Oktober 2022, jumlah balita stunting berangsur turun drastis menjadi 1.055 balita.

Dalam menangani stunting, pemkot tidak lepas dari peran Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani. Kontribusinya beragam, di antaranya memberikan edukasi dan motivasi berupa capacity building bagi 6.642 TPK se-Surabaya.

“Beliau juga memberikan edukasi dan memberikan susu, mikronutrien, paket sembako bagi para ibu hamil resti (resiko tinggi) stunting di setiap kelurahan. Selain itu, juga memimpin program Surabaya Emas (Eliminasi Masalah Stunting),” ujarnya.

Tags: Angka kasus stuntingAngka Stunting di JatimBerita kasus stuntingBerita Kota Surabaya hari iniKasus stunting di Kota SurabayaKasus stunting di Surabaya menurunKota Surabaya hari iniPenanganan stunting
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Makanan tinggi protein.

Anak Kos Wajib Stok! 8 Makanan Tinggi Protein yang Awet dan Murah

by Dwi Linda
15/07/2026 9:27 AM
0

Tugujatim.id - Kamu anak kos yang lagi menjaga asupan makanan tinggi protein? Tapi kamu harus menyesuaikan dengan anggaran bulanan dan...

Kasus TBC.

1.289 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Malang, Pemkab Perkuat Skrining AI Percepat Deteksi Dini

by Dwi Linda
04/07/2026 1:13 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menemukan 1.289 kasus tuberkulosis (TBC) selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut...

Minum teh.

Sering Minum Teh saat Makan? Ternyata Kebiasaan Ini Bisa Ganggu Penyerapan Zat Besi

by Dwi Linda
16/06/2026 6:14 PM
0

Tugujatim.id – Pembahasan mengenai kebiasaan minum teh saat makan ramai dibicarakan setelah muncul dalam salah satu episode kanal YouTube Suara...

Kota Blitar.

12.848 Warga Kota Blitar Alami Obesitas, 60 Persen Ternyata Perempuan Dewasa

by Dwi Linda
09/06/2026 6:13 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Tren kelebihan berat badan atau obesitas di Kota Blitar menunjukkan statistik yang mengejutkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota...

Next Post
Asrama Mahasiswa Nusantara. (Foto: dok. BIN/Tugu Jatim)

Asrama Mahasiswa Nusantara di Surabaya Diresmikan, Kepala BIN: Jadi Pusat Lahirnya Calon Pemimpin Bangsa

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID