Selamat Jalan Pak Chendra Santosa... - Tugujatim.id

Selamat Jalan Pak Chendra Santosa…

  • Bagikan
Pengusaha Chendra Santosa (dua dari kiri) berfoto bersama Dr Aqua Dwipayana (dua dari kanan) di suatu pertemuan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Pengusaha Chendra Santosa (dua dari kiri) berfoto bersama Dr Aqua Dwipayana (dua dari kanan) di suatu pertemuan. (Foto: Dokumen)

Oleh: Dr Aqua Dwipayana

Tugujatim.id – Kaget, nyaris tidak percaya, dan sangat kehilangan. Itulah perasaan saya Jumat tadi pagi, 23 Juli 2021, saat mendapat kabar teman akrab saya, Chendra Santosa, 67 tahun, meninggal dunia.

“Selamat pagi, Pak Aqua. Pagi ini Pak Chendra Santosa sudah berpulang. Terima kasih Pak Aqua,” pesan WA yang saya terima dari salah seorang karyawati Chendra di Santosa Stable dan Santosa Park Kendal, Jawa Tengah, Ervina Candra Dewi.

Pengusaha Chendra Santosa saat disemayamkan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Pengusaha Chendra Santosa saat disemayamkan. (Foto: Dokumen)

Pesan itu saya terima sekira pukul 07.57. Saat itu saya baru bangun tidur. Tadi setelah salat Subuh, saya tidur lagi.

Beberapa kali pesan dari Ervin, panggilan akrab Ervina Candra Dewi, saya baca. Rasanya tidak percaya. Begitu cepat Chendra menghadap Tuhan Sang Pencipta alam semesta dan seisinya.

Saya berpikir sejenak menghubungi seseorang untuk memastikan informasi tersebut dan mendapatkan data lengkap tentang itu. Semula terpikir telepon istrinya, Anna Santosa. Namun, saya urungkan karena khawatir mengganggu.

Karangan bunga dari Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana untuk Chendra Santosa. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Karangan bunga dari Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana untuk Chendra Santosa. (Foto: Dokumen)

Bayangan saya, Anna sedang sibuk mengurusi jenazah suaminya. Sehingga tidak pas jika saya telepon.

Akhirnya saya kontak salah seorang menantunya, dokter Agnes Silas. Dari dokter kecantikan ini saya mendapat info lengkap tentang Chendra.

“Papa tadi pagi sekira pukul 06.45 meninggal dunia di RSUD dr H. Soewondo Kendal. Setelah dirawat lebih dari 2 minggu di sana. Mulai opname Senin, 6 Juli 2021, karena positif Covid-19,” jelas Agnes.

Ibu tiga anak itu melanjutkan bahwa Mama, panggilan akrab ke Anna, sedang mengurus jenazah Papanya. Setelah itu dibawa ke rumah duka Tiong Hoa Ie Wan Jalan Arteri Yos Sudarso, Tawangmas, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sore ini sekira pukul 16.00 dimakamkan di Pemakaman Umum Kedungmundu Semarang.

Saat meninggal kondisi Chendra dinyatakan sudah sembuh dari Covid-19. Hasil tes swabnya negatif. Info itu saya peroleh dari Anna pada Senin pagi, 19 Juli 2021. Ketika itu Anna kontak saya.

Karangan bunga dari Pemred Tugu Jatim ID Nurcholis MA Basyari untuk Chendra Santosa. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Karangan bunga dari Pemred Tugu Jatim ID Nurcholis MA Basyari untuk Chendra Santosa. (Foto: Dokumen)

“Pak Aqua, bapak (panggilan Anna ke Chendra-red) sudah negatif Covid-nya. Tinggal pemulihan paru-parunya saja. Namun, kondisinya semakin drop. Bapak membutuhkan ventilator non invasive untuk pemulihannya. Di RSUD dr H. Soewondo Kendal, alatnya tidak ada. Sekiranya Pak Aqua ada kenalan untuk bisa dipindah ke rumah sakit di Semarang seperti Rumah Sakit Kariadi, Rumah Sakit Telogorejo, atau Rumah Sakit Elizabet tolong dibantu. Saya juga sedang mengusahakannya,” ujar Anna.

Saat itu juga saya mengontak teman-teman yang punya akses ke seluruh rumah sakit di Semarang. Semuanya tidak bisa membantu karena rumah sakitnya penuh.

Sangat Kehilangan

Setelah gagal mendapatkan rumah sakit buat Chendra di Semarang, saya lapor Anna. Sekaligus minta maaf karena tidak bisa membantu.

“Tidak apa-apa Pak Aqua. Saya sangat memakluminya. Semua rumah sakit di Semarang memang penuh. Saya masih terus berusaha berbuat yang terbaik buat bapak. Mohon dibantu doa Pak Aqua,” respons Anna sambil mengirimkan video Chendra sedang terbaring di ICU Di RSUD dr H. Soewondo Kendal.

Hampir setiap hari lewat Anna, saya memonitor perkembangan kesehatan Chendra. Sambil berdoa untuk kesembuhannya.

Sebelumnya Anna bercerita tentang perjuangannya mendapatkan rumah sakit untuk Chendra saat awal terpapar Covid-19. Setelah seharian keliling mencari rumah sakit di Semarang, hasilnya nihil. Semuanya penuh.

Akhirnya Anna kontak Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto. Bupati yang baru terpilih tersebut yang membantu memasukkan Chendra ke RSUD dr H. Soewondo untuk dirawat.

Tidak hanya Chendra, Anna dan putri bungsunya atlet berkuda dengan prestasi internasional Ivana Putri Santosa juga terpapar Covid-19. Mereka berdua isolasi mandiri di rumahnya, Jalan Gombel Permai Semarang. Sekarang sudah sembuh.

Ucapan duka dari Tugu Media Group untuk Chendra Santosa. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Ucapan duka dari Tugu Media Group untuk Chendra Santosa. (Foto: Dokumen)

Saat jenazah Chendra sudah di rumah duka Tiong Hoa Ie Wan Semarang, Agnes membantu menghubungkan saya dengan Anna lewat teleponnya. Itu sesuai dengan pesan dan permintaan saya.

Kepada Anna, saya menyampaikan rasa duka cita kami sekeluarga yang mendalam atas meninggalnya Chendra. Kami sangat kehilangan saudara yang selama ini baik sekali dan banyak membantu sesama.

Anna sangat  tabah. Dia memohon doa dan maaf jika ada kesalahan Chendra semasa hidupnya.

“Ini adalah yang terbaik buat bapak, Pak Aqua. Mohon doakan bapak. Tolong dimaafkan semua kesalahannya,” pinta Anna.

Menjawab Anna, saya katakan bahwa Chendra tidak ada salah sama saya. Sebaliknya, banyak kebaikannya kepada saya sekeluarga, para saudara, dan teman-teman saya. Semua itu hanya Tuhan yang dapat membalasnya.

Meneteskan Air Mata

Saya menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa melayat ke rumah duka dan mengantarkan ke peristirahatan Chendra yang terakhir. Karena saat ini sedang di Bogor, Jawa Barat. Anna memakluminya.

Saya janji kalau kondisinya sudah normal akan ke Semarang. Silaturahim ke Anna sekeluarga dan ziarah ke makam Chendra.

Saat menulis tulisan ini, tanpa sadar saya meneteskan air mata. Mengenang semua kebaikan Chendra dan seluruh nasihatnya setiap kami berkomunikasi.

Saya baru sekitar tiga tahun kenalan sama laki-laki kelahiran 9 Juni 1954 itu. Namun, hubungannya sudah seperti saudara. Bahkan lebih dari itu.

Mantan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo yang mengenalkan saya ke Chendra. Ivana sudah diangkat anak oleh Sunindyo.

Saat kali pertama ketemu Chendra di rumahnya, saya berdua bersama abang saya Ikhsyat Syukur. Sedangkan Chendra ditemani Anna.

Diskusi kami sangat mengasyikkan. Tanpa terasa waktu itu kami ngobrol sekira tujuh jam. Padahal, baru pertama kali ketemu, namun sudah seperti kenal lama.

Setelah itu setiap ke Semarang meski hanya sebentar, selalu saya usahakan mampir ke rumah Chendra. Hanya sekadar ngobrol ngalur-ngidul.

Chendra pernah mengundang saya untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi di Santosa Stable Kendal pada Jumat, 4 Oktober 2019 lalu. Topiknya “Hidup yang Berkualitas dengan Rajin Memberi dan Totalitas Melayani”.

Waktu itu dihadiri puluhan orang. Selain Chendra dan Anna, juga para karyawan dan masyarakat yang tinggal di sekitar tempat usahanya.

Chendra dan Anna senang ketika saya memberi hadiah umrah gratis kepada dua pegawainya. Mereka adalah Siti Nadhiroh dan Muhammad Dahri. Keduanya tergabung dalam rombongan umroh The Power of Silaturahim IV yang dipimpin saudara saya, Nurcholis MA Basyari.

“Terima kasih banyak Pak Aqua atas hadiah umrohnya. Bu Siti dan Pak Dahri senang dengan hadiah tersebut. Apalagi mereka belum pernah ke Tanah Suci,” ujar Chendra dan Anna senada.

Banyak Kebaikan Chendra

Setiap ketemu, Chendra selalu menasihati saya agar menjaga kesehatan. Termasuk selama pandemi Covid-19 ini.

“Pak Aqua sesibuk apa pun agar memperhatikan kesehatan. Bapak dibutuhkan banyak orang sehingga harus sehat terus,” pesan Chendra.

Tidak sekadar menasihati, tapi Chendra memberikan banyak vitamin dan suplemen kepada saya. Semua harganya mahal. Mencapai jutaan rupiah.

“Ini bagus buat menjaga stamina Pak Aqua. Tolong rutin diminum. Kalau sudah habis tinggal telepon saya untuk dikirimkan ke Bogor. Saya banyak stoknya. Juga setiap saat bisa kontak teman-teman yang menjualnya,” kata Chendra.

Laki-laki yang hobi memelihara burung dan memiliki jiwa sosial yang tinggi itu tidak hanya memberi obat-obatan, tapi senang berbagi yang lain. Salah satunya adalah batu akik.

Ternyata koleksi batu akik Chendra banyak sekali. Mencapai ratusan. Saat ke rumahnya, pengusaha korek api ini sering menunjukkannya ke saya. Semua koleksinya menarik dan bagus.

Ketika menunjukkan koleksinya ke saya, Chendra sering menyuruh saya memilihnya untuk dipakai. Tidak hanya satu atau dua. Batu akik pemberian Chendra sudah mencapai puluhan.

“Anak-anak saya tidak ada yang senang batu akik. Lebih baik koleksi ini saya bagi-bagikan, termasuk kepada Pak Aqua. Kalau saya meninggal tidak ada yang merawat batu-batu akik ini,” ungkap Chendra suatu hari di rumahnya.

Chendra yang semasa mudanya teman balapan mobil sama Tommy Soeharto dan Tinton Suprapto juga mengoleksi ratusan ekor burung. Jenisnya macam-macam.

“Kalau Pak Aqua senang burung, pilih saja yang bapak suka. Nanti saya suruh sopir mengantarkan burung-burungnya ke rumah bapak di Yogyakarta,” ujar Chendra saat saya diajak melihat koleksi hewan peliharaan yang letaknya di kompleks khusus di belakang rumahnya.

Di areal yang luas itu dipelihara banyak hewan. Jumlahnya ratusan ekor. Selain berbagai jenis burung juga ada anjing, kucing, ayam, dan lainnya. Chendra dan Anna rutin melihat peliharaannya itu.

Chendra yang merupakan agen air mineral air merek Amidis di Kota Semarang dan sekitarnya sangat tersentuh setiap diajak bicara tentang kemanusiaan. Biasanya spontan memberikan bantuan. Sesuai dengan kebutuhan yang dibantu.

Salah satunya ketika April 2021 terjadi gempa besar di Kabupaten Malang. Chendra dan Anna spontan mengirimkan dari Semarang satu ton telur dan berkardus-kardus air mineral merek Amidis untuk disumbangkan kepada para korban bencana tersebut. Penyalurannya dipercayakan melalui Tugu Media Peduli, grup media yang berhasil mengumpulkan banyak bantuan dari perorangan dan berbagai perusahaan besar.

Chendra juga suka berbagi rezeki kepada pengemudi yang menyetir mobil saya. Sebelum memberikannya, lebih dulu memberitahu ke saya.

“Sopir Pak Aqua, saya kasih uang ya. Agar orang senang dan bahagia. Juga agar menyetir mobilnya selalu gembira,” kata Chendra.

Masih banyak kebaikan Chendra lainnya. Kalau ditulis bisa jadi satu buku. Semua itu adalah keteladan dari pengusaha sukses yang sangat rendah hati tersebut.

Selamat jalan Pak Chendra… Beristirahatlah dengan tenang. Semoga bapak masuk surga dan mendapat tempat terbaik dari Tuhan. Aamiin…

Keluarga yang Berduka

Selain Anna, anak-anak, para menantu, dan semua cucu Chendra yang berduka adalah di bawah ini.

Anak : Arleen Santosa
Cucu luar :Vinnaya Santosa
Cucu luar : Simeon Santosa

Anak : Jimmy Santosa
Menantu : Aurellya Inge Santosa
Cucu dalam : George Gareth Santosa
Cucu dalam : Florence Queen Thalia Santosa

Anak : Yohannes Santosa menantu : Sanny Aprillia
Cucu dalam : Madeline Nuemireitha Santosa

Anak : Jeffrie Santosa
Menantu : Josephine Natalie
Cucu dalam : Joshua Jenova Santosa

Anak : Ivan Santosa
Menantu : Agnes Silas
Cucu dalam :
Zach Auxilio Santosa
Zoey Alexia Santosa
Ziona Abbygail Santosa

Anak : Indra Santosa
Menantu : Florence Kezia Hiana

Cucu dalam :
Axel Flint Santosa
Arthur Flint Santosa

Anak : Indri Putri Santosa

Anak : Ivana Putri Santosa

*Penulis adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional.

  • Bagikan