• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pisang cavendish. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Mundzirul Hafidz bersama keluarganya saat berada di kebun pisang cavendish miliknya di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Sempat Dicibir dan Diremehkan, Petani Pisang Cavendish di Bojonegoro Ini Raup Omzet Rp 100 Juta

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Potensi pertanian di Bojonegoro menjadi salah satu sumber kemakmuran masyarakatnya. Berkesempatan untuk melihat kebun pisang cavendish milik Istana Banana, komoditas buah tropis ini tumbuh subur di lahan persawahan di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

Kebun milik Mundzirul Hafidz ini terletak tepat di pinggir jalan Desa Pilanggede. Tempatnya yang strategis membuat siapa saja bisa dengan leluasa berkunjung ke kebun ini.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Pembudidaya pisang cavendish ini mengatakan, tak menyangka akan menjadi petani, terlebih sebagai pembudidaya pisang tersebut. Bermula dari pandemi, perusahaan travel umrah dan haji plus miliknya harus berhenti dan tidak menjadwalkan perjalanan. Untuk itu, Hafidz, sapaan akrabnya, memutuskan menjadi petani pisang.

Meski awalnya banyak yang meremehkan usahanya ini, tapi Hafidz tak menyerah.

pisang cavendish. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Kebun pisang cavendish milik Mundzirul Hafidz di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

‘’Awalnya banyak yang bilang, tanah sawah bagus-bagus, kok ditanduri (ditanami) pisang? Tapi, tetap saya tanami,” katanya.

Hal itu justru membuatnya semakin bangkit. Dari hasil ketelatenannya menanam dan merawat pohon pisang cavendish, dia mampu meraup omzet Rp 100 juta dalam waktu delapan bulan, salah satunya melalui penjualan bibit pohon pisang. Hafidz mengungkap, hasil yang sama juga berlaku untuk penjualan buahnya.

Untuk satu bibit pohon pisang dijual dengan harga Rp 10 ribu. Sementara untuk satu tundun buah pisang dipatok Rp 300 ribu-Rp 400 ribu, dan harga satu sisir saat ini Rp 40 ribu-Rp 50 ribu.

“Karena semakin hari kelihatan prospeknya bagus, akhirnya banyak yang ikut menanam juga,” ujar Hafidz saat ditemui langsung di kebunnya.

pisang cavendish. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Hasil kebun pisang cavendish milik Mundzirul Hafidz di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Ukuran buah yang besar dan rasanya yang manis, membuat pisang cavendish ini banyak diminati, terutama dijadikan sebagai hantaran saat acara pernikahan. Konsumennya pun sudah merambah ke berbagai kota, mulai dari Surabaya, Madura, Bogor, hingga Kalimantan.

Meski terbilang baru dalam membudikayakan pisang itu, tapi kini jumlah pohon milik Hafidz mencapai 4.000 di lahan kurang lebih ¾ hektare yang terbagi menjadi dua lahan.

Sudah menjadi rahasia umum jika pisang ini memiliki berbagai manfaat, baik untuk kecantikan maupun kesehatan. Seperti dikatakan Hafidz, kulit pisangnya bisa dijadikan sebagai masker untuk wajah agar terlihat lebih bersih.

“Untuk pemanfaatan, semuanya bisa diolah. Mulai dari batang, pelepah, daun, hingga kulitnya. Kulitnya biasanya digunakan untuk kecantikan alias kalau istilah anak muda bisa bikin wajah glowing,” jelasnya.

Hafidz pun turut memamerkan hasil olahan pisangnya. Di antaranya, keripik, bolu , dan pisang krispi.

“Pisang ini juga aman dikonsumsi penderita diabetes,” tuturnya.

Tags: berita Bojonegoro hari iniKabupaten BojonegoroKabupaten Bojonegoro hari iniOmzet petani pisangPetani PisangPisang Cavendish
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Sepatu kain tenun. (Foto: Twitter @Joko Widodo/Tugu Jatim)

Viral! Jokowi Beli Sepatu Kain Tenun Buatan Pemuda asal Pasuruan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID