MALANG, Tugujatim.id – Abon Tuna Khas Sendang Biru merupakan olahan populer dan menjadi ikon Kabupaten Malang. Kelezatannya menjadi buruan para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Sendang Biru maupun Pulau Sempu.
Kawasan Sendang Biru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan memang dikenal sebagai sentra perikanan. Tak heran, jika hasil laut menjadi primadona utama, tidak hanya bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi.
Jajanan Abon Tuna sendiri tidak hanya lezat, tetapi juga menawarkan nilai gizi tinggi dari daging ikan tuna segar hasil tangkapan nelayan setempat. Proses pembuatannya yang unik dan tradisional membuat cita rasa abon ini berbeda dari abon pada umumnya.
Proses pembuatan abon tuna dimulai dari pemilihan ikan tuna segar berkualitas terbaik. Ikan kemudian dikukus hingga matang, didinginkan, dan disuwir suwir halus.
Langkah selanjutnya adalah mencampur suwiran tuna dengan bumbu rempah khas nusantara. Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, serai, dan sedikit cabai, dihaluskan untuk menciptakan profil rasa yang kaya.
Setelah bumbu tercampur sempurna, adonan ini kemudian dimasak dengan santan kental dalam wajan besar. Proses pemasakan ini menjadi inti dari pembuatan abon yang lezat.
Dibutuhkan kesabaran dan pengadukan yang konsisten selama berjam jam, seringkali memakan waktu hingga 4-5 jam, sampai tekstur abon benar benar kering, ringan, dan memiliki kerenyahan yang pas. Kesegaran ikan dan durasi pengadukan yang tepat dipercaya menjadi kunci utama yang menghasilkan cita rasa abon tuna yang sangat khas dari daerah ini.
Usaha pengolahan abon tuna ini memiliki peran ganda tidak hanya menciptakan produk oleh oleh unggulan, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat pesisir. Produksi abon berperan penting dalam penyerapan hasil tangkapan nelayan.
Ketika musim panen tiba dan suplai ikan melimpah, pengolahan menjadi produk bernilai tambah seperti abon menjadi solusi cerdas untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan roda perekonomian lokal tetap berputar, sekaligus memberdayakan banyak ibu rumah tangga di Sendang Biru.
Rasa abon tuna Sendang Biru sangat khas perpaduan gurih alami dari santan, aroma laut yang samar-samar, dan sentuhan manis pedas dari rempah rempah yang meresap sempurna.
Abon ini sangat serbaguna, cocok disantap sebagai lauk pendamping nasi hangat, isian aneka jajanan, atau bahkan camilan ringan saat bepergian.
Saat ini, banyak produsen lokal yang mulai berinovasi dengan menawarkan varian rasa, mulai dari original, pedas level tertentu, hingga bumbu balado, menambah daya tarik produk ini.
Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang oleh oleh khas, sentra penjualan abon tuna mudah ditemukan di sepanjang jalan menuju pelabuhan Sendang Biru. Dengan kisaran harga yang relatif terjangkau, yaitu antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per kemasan, abon tuna Sendang Biru adalah pilihan tepat untuk membawa pulang kenangan cita rasa khas pesisir Malang Selatan yang dijamin bikin Nagih!
“Saya kalau wisata ke pantai selatan Malang pasti oleh-olehnya Abon Tuna, bikin ketagihan memang,” kata Siti Munawaroh, wisatawan asal Sidoarjo.
Abon Tuna Sendang Biru adalah hasil olahan ikan tuna segar yang menjadi primadona oleh oleh pesisir.
Dibuat dengan resep tradisional yang melibatkan proses memasak panjang dengan santan dan bumbu rempah lokal, abon ini memiliki cita rasa gurih, sedikit manis, dan tekstur yang renyah.
Produk ini tidak hanya menggugah selera tetapi juga bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat nelayan setempat, khususnya ibu ibu rumah tangga.
Proses pengolahannya yang teliti dan higienis menjamin kualitas produk. Keberadaan abon tuna ini mencerminkan kearifan lokal dalam mengelola hasil laut yang melimpah. Abon ini sangat cocok dijadikan lauk atau camilan, membawa aroma khas pantai selatan Jawa Timur ke meja makan Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Fikri Azmy Fahrillah/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








